Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Aktivitas di Pasar Darurat Godean di Padukuhan Berjo, Sidoluhur, Godean. Rabu (4/9/2024)
Harianjogja.com, SLEMAN—Ribuan pedagang belum bisa pindah ke Pasar Godean yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi, Rabu (28/8/2024). Rencananya kepindahan baru telaksa di pertengahan 2025 mendatang.
Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Darurat Godean di Padukuhan Berjo, Sidoluhur, Rani mengatakan, Pasar Godean baru sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi belum lama ini. Kendati demikian, para pedagang belum bisa pindah dari pasar relokasi karena pembangunan baru sebatas bangunan pasar.
Adapun fasilitas pendukung lainnya belum dibangun hingga saat ini. “Baru simbolisasi saja. Setelah peresmian, pedagang kembali lagi berjualan ke pasar darurat di Berjo,” kata Rani saat ditemui di lokasi Pasar Darurat, Rabu (4/9/2024).
Menurut dia, Pasar Godean belum bisa dipergunakan. Terlebih lagi di pintu-pintu masuk juga masih ada tali pembatas semacam police line, sehingga akses keluar masuk belum bisa.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, kepindahan pedagang dari pasar relokasi ke Pasar Godean belum akan terlaksana dalam waktu dekat ini. Pasalnya, pembangunan masih akan dilanjutkan, khususnya berkaitan dengan lokasi parkir di pasar.
“Parkirannya belum ada. Kalau pindah sekarang, mau parkir di mana. Infonya pemkab baru akan membangun parkiran dan kemungkinan pindah baru Mei 2025,” kata Rani.
BACA JUGA: Jokowi Resmikan Revitalisasi Pasar Godean Yang Habiskan Anggaran Rp89 Miliar
Ia mengaku tidak mempermasalahkan untuk saat ini belum pindah karena memang dari sarana pendukung masih belum siap. Hanya saja, saat kepindahan dilakukan benar dilakukan secara adil sehingga tidak ada pedagang yang dirugikan.
“Jumlahnya ada 1.800an pedagang. Di pasar baru dibikin zonasi sesuai dengan barang dagangan yang dimiliki,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Dalmiyanti, pedagang kelontong di Pasar Darurat Godean. Menurut dia, para pedagang belum bisa pindah ke Pasar Godean, meski dari sisi bangunan sudah jadi.
“Masih di pasar relokasi hingga sarana pendukung selesai dibangun. Infromasinya baru pindah tahun depan,” katanya.
Sebagai seorang pedagang, ia mengaku hanya bisa mengikuti kebijakan dari pemerintah. Hanya saja, dia berharap dengan lokasi yang lebih representatif bisa berdampak terhadap roda perekonomian.
“Mudah-mudahan nantinya Pasar Godean bisa lebih ramai lagi,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih belum bisa dikonformasi berkaitan dengan rencana kepindahan pedagang di Pasar Godean. Saat dihubungi maupun dikirimkan pesan singkat yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Untuk diketahui revitalisasi Pasar Godean menelan biaya Rp89 miliar. Adapun pembangunan berlangsung sejak 2023 hingga akhir Juli 2024. “Kita akan berupaya semaksimal mungkin supa nanti ada mobilitas dari Masyarakat untuk belanja ke Pasar Godean,” kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.