Unggul Priyadi Raih Runner-up Kejurnas Tenis Antar Profesor 2026
Guru Besar UII Prof. Unggul Priyadi meraih juara 2 Kejurnas Tenis Antar Profesor 2026 di Bali bersama Prof. Soetriono dari Universitas Jember.
Salah satu sudut koleksi Pangeran Diponegoro dalam Vredeburg Fair 2024. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menggelar pameran bertajuk Vredeburg Fair 2024 mulai Rabu (4/9/2024) hingga 29 September 2024 mendatang. Pameran yang dibuka hingga malam ini memamerkan kisah tiga periode mulai dari perang Jawa, masa revolusi hingga reformasi.
Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra mengatakan pameran ini dikemas berbeda, tidak hanya memamerka sejarah dalam tiga periode tersebut namun juga berbagai fasilitas dan layanan yang dapat dinikmati sampai malam hari. Pameran ini mengangkat tema kiWari euoniA aNInditha atau WANI yang bermakna nilai keberanian dan semangat perjuangan masyarakat lokal Jogja dalam perjalanan sejarah di Indonesia.
"Ini wujud dari reimajinasi museum, dengan menghadirkan program dapat dinikmati oleh semua kalangan, menyenangkan, dan menjadikan museum sebagai ruang eksplorasi dan kreasi, khususnya bagi generasi muda," katanya dalam rilisnya Rabu.
Pameran ini secara khusus disajikan di Ruang Sultan Agung yang menampilkan narasi sejarah perjuangan di Jogja dalam perjalanan sejarah Indonesia yang memperkaya memori kolektif bangsa. Pameran ini dibagi ke dalam tiga periode
sejarah, mulai dari periode Perang Jawa (Wani Raga), menampilkan perjuangan Pangeran Diponegoro. Oleh karena itu dipamerkan dua koleksi Pangeran Diponegoro milik Museum Nasional Indonesia yaitu Tombak Kiai Rondhan dan Tongkat Kiai Cokro dari abad ke-16.
Selanjutnya periode revolusi (Wani Sukma) yang mengisahkan keberanian rakyat dalam perang gerilya yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman. Sertaperiode reformasi (Wani Jiwa) yang mengisahkan perjuangan rakyat untuk perubahan konstitusional dalam bidang politik, sosial, ekonomi, hukum, dan budaya. Setiap periode ini memberikan interpretasi unik terhadap tema WANI.
Sekda DIY Beny Suharsono mengapresiasi terselenggaranya pameran tersebut. Ia melihat Museum Benteng Vredeburg sudah melakukan banyak perubahan sehingga tidak membosankan bagi pengunjung. Selain itu dalam pameran tersebut menghadirkan berbagai komunitas yang bisa memantik masyarakat untuk datang.
"Misalnya dengan menghadirkan komunitas Anggrek, ini kan bisa memacu komunitas itu untuk datang dan melihat konten museum. Memang era saat ini harus melakukan inovasi dalam mengelola museum dan saya melihat Vredeburg sudah melakukannya dengan reimajinasi sehingga museum itu tidak statis tetapi menjadi dinamis," katanya.
BACA JUGA : Polisi Gagalkan Aksi Perang Sarung di Musuk Boyolali
Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo menyatakan pameran itu melibatkan 25 komunitas yang sebagian besar berasal dari Jogja. Seluruh komunitas yang dilibatkan telah memiliki komitmen untuk menjadi agen museum. "Tentu kami terbuka dengan komunitas mana pun selama mereka berkomitmen terhadap museum. Oleh karena itu banyak komunitas yang terlibat dalam pameran ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Prof. Unggul Priyadi meraih juara 2 Kejurnas Tenis Antar Profesor 2026 di Bali bersama Prof. Soetriono dari Universitas Jember.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.