Listrik Padam Mulai Pukul 10.00 WIB: Sleman, Bantul, dan Kota Jogja
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Hasil penelitian Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) Herman Felani Tandjung terkait penggunaan AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan dan budaya populer dalam kampanye pemilihan presiden Indonesia di tahun 2024 ternyata menarik perhatian akademisi luar negeri. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Hasil penelitian Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) Herman Felani Tandjung terkait penggunaan AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan dan budaya populer dalam kampanye pemilihan presiden Indonesia di tahun 2024 ternyata menarik perhatian akademisi luar negeri.
Herman Felani memaparkan hasil penelitiannya saat menjadi keynote speaker dalam Creative Industry International Conference (CIIC) yang selenggarakan oleh School of Creative Industry and Management of Performing Arts (SCIMPA) Universiti Utara Malaysia pada 26 Agustus 2024 lalu.
BACA JUGA : Donald Trump Pilih Senator Ohio JD Vance jadi Calon Wakilnya di Pilpres 2024
CIIC tahun 2024 ini mengangkat tema “The Emergence of AI in Culture and Creative Industries: Opportunities and Challenges. Dalam presentasinya, Dr. Herman "Saya menyajikan hasil penelitiannya terkait penggunaan AI [artificial intelligence] atau kecerdasan buatan dan budaya populer dalam kampanye pemilihan presiden Indonesia di tahun 2024 dan ternyata itu banyak yang tertarik," kata Herman dikutip Sabtu (7/9/2024).
Ia menyatakan dalam dunia politik, AI yang dikombinasikan dengan budaya populer berhasil menarik pemilihan para pemilih muda khususnya dari generasi millenial dan Gen Z. Hal itu mengekspresikan dukungan politik kepada kandidat presiden dan wakil presiden sebagai bagian dari kampanye yang kreatif.
"Beberapa akademisi Malaysia menyatakan bahwa fenomena penelitian saya ini tidak ditemui dalam pemilihan umum di Malaysia dan merupakan sesuatu yang unik dan menarik bagi warga Malaysia," ujarnya.
BACA JUGA : Keberatan Soal Gibran Jadi Wapres Baru Diajukan Setelah Pilpres, KPU: Tampak Aneh
Salah seorang mahasiswa S3 dari Universiti Utara Malaysia yang berasal dari China menyatakan presentasi dari Dosen UII tersebut memberikan inspirasi baginya untuk mengembangkan penelitiannya melalui penggunaan AI untuk melestarikan budaya ziarah ke makam keluarga di China.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.