Reklame Ilegal di Kota Jogja Ditarget Hilang Awal 2027
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Ilustrasi Monkeypox - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menyebut belum ada kasus cacar monyet atau monkeypox (Mpox) di Bantul. Meski begitu, Dinkes Bantul meminta masyarakat mewaspadai persebaran penyakit tersebut.
Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Bantul, Elina Chrisniati menyampaikan pada Juli 2024 ada seorang pasien suspek, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bukan merupakan kasus cacar monyet.
"Suspek 1 [orang] hasilnya [pemeriksaan] negatif, jadi bukan Mpox [cacar monyet]," katanya, Senin (9/9/2024).
Sementara menurutnya, seluruh Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) di Bantul telah diberikan sosialisasi mengenai peningkatan kewaspadaan terhadap cacar monyet.
Menurutnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan sosialisasi kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit di Bantul pada akhir Agustus 2024.
"Fasyankes [diminta] untuk memantau dan melaporkan jika ada kasus [diduga cacar monyet] ke Dinkes Bantul," ujarnya.
BACA JUGA: Monyet Liar Masuk Permukiman, Bikin Resah Warga Sorowajan Banguntapan
Menurutnya, saat ini telah ada sistem kewaspadaan dini dan respon untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus yang diduga cacar monyet. Dengan begitu, menurutnya, penyelidikan kasus cacar monyet dapat direspons dengan segera.
Dia pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Dia meminta apabila masyarakat mengalami gejala demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, serta ruam yang berkembang menjadi bintik merah lepuh yang berisi carian agar segera berobat ke fasyankes terdekat.
Menurutnya, apabila ada kasus yang diduga cacar monyet akan dilakukan pelacakan kasus oleh tim surveilans Bantul maupun puskesmas setempat.
Tim tersebut akan melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut terkait kasus dan menentukan tata laksana kasus.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menyampaikan ada dua kasus yang diduga cacar monyet pada awal tahun 2024. Meski begitu menurutnya, pasien tersebut telah ditangani.
"Pada awal 2024, ditemukan dua kasus. Tapi selesai, dan pasien pulang dari rumah sakit dengan sehat," ujarnya.
Meski begitu, dia tetap meminta masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit apabila mengalami gejala yang mengindikasikan cacar monyet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
BTS dikabarkan tidak akan mengajukan karya mereka untuk Grammy Awards 2027. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan pandangan mereka terhadap kategori baru
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Kesulitan tidur? iPhone punya fitur white noise gratis! Aktifkan di Settings, pilih suara alam, dan tidur lebih nyenyak. Simak caranya di sini!
Sebanyak 20 pemain muda Ethiopia dilaporkan menghilang usai mengikuti Gothia Cup 2026 di Swedia. Polisi menyebut mereka diduga pergi atas kemauan sendiri tanpa
China resmi larang warganya berpacaran dengan AI di tengah krisis populasi. Pengguna chatbot patah hati setelah fitur AI pendamping dinonaktifkan