Nomor WhatsApp Diretas, Wakil Ketua DPRD Jogja: Waspadai Link Palsu
Nomor WhatsApp Wakil Ketua DPRD Kota Jogja diretas usai membuka link palsu. Warga diminta waspadai modus penipuan siber terbaru.
Ilustrasi Monkeypox - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menyebut belum ada kasus cacar monyet atau monkeypox (Mpox) di Bantul. Meski begitu, Dinkes Bantul meminta masyarakat mewaspadai persebaran penyakit tersebut.
Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Bantul, Elina Chrisniati menyampaikan pada Juli 2024 ada seorang pasien suspek, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bukan merupakan kasus cacar monyet.
"Suspek 1 [orang] hasilnya [pemeriksaan] negatif, jadi bukan Mpox [cacar monyet]," katanya, Senin (9/9/2024).
Sementara menurutnya, seluruh Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) di Bantul telah diberikan sosialisasi mengenai peningkatan kewaspadaan terhadap cacar monyet.
Menurutnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan sosialisasi kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit di Bantul pada akhir Agustus 2024.
"Fasyankes [diminta] untuk memantau dan melaporkan jika ada kasus [diduga cacar monyet] ke Dinkes Bantul," ujarnya.
BACA JUGA: Monyet Liar Masuk Permukiman, Bikin Resah Warga Sorowajan Banguntapan
Menurutnya, saat ini telah ada sistem kewaspadaan dini dan respon untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus yang diduga cacar monyet. Dengan begitu, menurutnya, penyelidikan kasus cacar monyet dapat direspons dengan segera.
Dia pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Dia meminta apabila masyarakat mengalami gejala demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, serta ruam yang berkembang menjadi bintik merah lepuh yang berisi carian agar segera berobat ke fasyankes terdekat.
Menurutnya, apabila ada kasus yang diduga cacar monyet akan dilakukan pelacakan kasus oleh tim surveilans Bantul maupun puskesmas setempat.
Tim tersebut akan melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut terkait kasus dan menentukan tata laksana kasus.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menyampaikan ada dua kasus yang diduga cacar monyet pada awal tahun 2024. Meski begitu menurutnya, pasien tersebut telah ditangani.
"Pada awal 2024, ditemukan dua kasus. Tapi selesai, dan pasien pulang dari rumah sakit dengan sehat," ujarnya.
Meski begitu, dia tetap meminta masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit apabila mengalami gejala yang mengindikasikan cacar monyet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nomor WhatsApp Wakil Ketua DPRD Kota Jogja diretas usai membuka link palsu. Warga diminta waspadai modus penipuan siber terbaru.
Harga emas Antam turun Rp13.000 jadi Rp2.785.000 per gram hari ini. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru.
Harper Malioboro Yogyakarta donasikan 3 kambing kurban ke dua masjid sekitar. Wujud kepedulian sosial di Iduladha 1447 H.
Pemkot Jogja larang plastik saat Iduladha 2026. Warga diminta pakai besek dan wadah ramah lingkungan untuk kurangi sampah.
Muhammadiyah tegaskan kurban sebagai perekat sosial di Idul Adha 2026. Sebanyak 20 sapi didistribusikan untuk masyarakat membutuhkan.
Program penghapusan denda PBB Sleman hasilkan Rp4,4 miliar, bantu warga dan dongkrak PAD 2026.