Tambang Emas Ilegal Longsor di Angola, 28 Penambang Tewas
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Direktur Pengolahan, Ditjen Penguatan Daya Saing, Kementrian Kelautan dan perikanan (KKP) Widya Rusyanto bersama tim meninjau calon lokasi pembangunan pabrik es batu portabel di Pantai Gesing, DIY. Antara/ist-Dokumen pribadi Wahid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghibahkan pembangunan pabrik es portabel senilai Rp1,5 miliar kepada Pemkab Gunungkidul. Pabrik ini dibangun di kawasan Pantai Gesing.
"Tujuan pemberian hibah pabrik es portabel adalah untuk mencukupi sebagian kebutuhan es balok bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan lain dalam mempertahankan rantai dingin pasokan ikan sehingga terjaga kualitas dan keamanan pangannya," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul Wahid Supriyadi di Gunungkidul, Jumat (13/9/2024).
Ia mengatakan Direktur Pengolahan, Ditjen Penguatan Daya Saing, Kementrian Kelautan dan perikanan (KKP) Widya Rusyanto telah meninjau calon lokasinya.
Kunjungan lapangan untuk meninjau calon penerima dan calon lahan untuk bantuan hibah pabrik es portabel dengan kapasitas satu ton di lokasi Kalurahan Girimulyo, kompleks Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing, Kalurahan Girikarto dan Komplek Pelabuhan Sadeng di Kalurahan Songbanyu Girisubo.
Dalam kunjungan tersebut ditanggapi oleh Ketua Koperasi Calon pengelola pabrik es Kalurahan Girikarto Kartono didampingi Kabid Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul dan perwakilan DKP DIY.
"Dalam kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap calon penerima dan calon lahan yang akan didirikan pabrik es," katanya.
Wahid mengatakan keberadaan pabrik es tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas dan mencukupi kebutuhan es balok bagi nelayan untuk kepentingan rantai dingin pasokan ikan sehingga terjaga mutu dan kualitasnya.
BACA JUGA: Kantor Damkar Godean Sleman Dirampok, Satu Petugas Jadi Korban
Pabrik es ini bersifat portabel sehingga bisa dipindah lebih mudah bila diperlukan, dengan kapasitas produksi satu ton per hari yang membutuhkan pasokan daya listrik 4 Kwh dengan tiga phase untuk waktu produksi delapan jam.
Adapun untuk luas lahan yang dibutuhkan minimal 7 x 10 meter persegi yang harus jelas dalam legalitasnya dalam arti jelas kepemilikannya dan tidak dalam sengketa.
"Sementara untuk pengelolaannya nanti akan dilakukan oleh koperasi/korporasi yang telah ada sebelumnya," katanya.
Menurut Wahid, keberadaan pabrik es skala mini ini diharapkan dapat sedikit menutup kebutuhan es balok yang mencapai 20 ton lebih per hari yang separuhnya selama ini dicukupi dari pabrik es Sari Tirta Mina yang dimiliki oleh Pemda Gunungkidul di Siraman yang juga merupakan bantuan dari KKP di tahun 2009.
"Saat ini, kondisi pabrik es sudah sering mengalami kerusakan karena usia ekonomisnya sudah terlewat. Saat ini, juga sedang diupayakan untuk diusulkan untuk rehabilitasi pabrik es pada 2025 melalui dana alokasi khusus (DAK) dengan anggaran sebesar Rp850 juta dari usulan Rp1,25 miliar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.