Drainase Pasar Gamping Tersumbat, Pedagang Minta Segera Diperbaiki
Drainase Pasar Gamping, Sleman, dinilai perlu segera diperbaiki untuk mencegah genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas pedagang saat musim hujan.
Kawasan Kumuh - Ilustrasi/JIBI/Solopos
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul mengklaim progres pembangunan kawasan Pedak Baru di Banguntapan sesuai dengan target. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2024.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPKP Bantul, Erwin Prasmanta menyampaikan saat ini pembangunan kawasan tersebut telah sesuai target. Pihaknya mencatat pembangunan rumah telah mencapai 50%. Lalu pembangunan talud mencapai 98%, dan jalan serta saluran drainase mencapai 10%. Kemudian untuk akses air minum pembangunannya telah mencapai 75%, dan sanitasinya telah mencapai 75%.
"Konsep penataan kawasan yang kami lakukan dengan membuka akses jalan, rehabilitasi rumah terdampak," katanya, Selasa (18/9/2024).
Selain itu, menurut Erwin, DPUPKP Bantul juga melakukan pembangunan fasilitas air minum dan sanitasi yang layak.
Dia menuturkan warga yang terdampak sekitar 42 kartu keluarga (KK) untuk sementara dialihkan dengan menempati rumah keluarganya hingga proses pembangunan kawasan tersebut rampung dilakukan. "Akhir tahun [target selesai pembangunan]," ujarnya.
Erwin menuturkan pembangunan tersebut dialokasikan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Bantul 2024 dengan total anggaran Rp5,3 miliar.
Dia menjelaskan pembangunan kawasan Pedak Baru merupakan bagian dari upaya penanganan kawasan kumuh di Bantul.
DPUPKP Bantul terus berupaya menurunkan luasan kawasan kumuh secara bertahap setiap tahunnya.
BACA JUGA: Kawasan Kumuh Bantul Masih Ratusan Hektare, Paling Banyak di Bantaran Sungai Gajah Wong hingga Code
Erwin berujar, pihaknya mencatat luasan kawasan kumuh di Bantul mencapai 330,26 hektar tahun 2020. Kemudian pada 2021 menurun menjadi 207,96 hektare. Lalu tahun 2022 menurun menjadi 182,54 hektare, dan tahun 2023 menjadi 156,15 hektare. “Saat ini kawasan kumuh di Bantul tersebar dalam 17 kapanewon. Sebagian besar kawasan kumuh terletak di bantaran Sungai Gajah Wong, Bedog, Code dan perbatasan Bantul dengan Kota Jogja,” ucap Erwin.
Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa menyampaikan di kawasan Pedak Baru ada sekitar 20 unit rumah tidak layak huni. Kemudian kondisi jalan di kawasan Pedak Baru dalam kondisi tidak mantap.
Dengan begitu dia berharap penanganan kawasan kumuh yang menyasar wilayah itu tahun ini akan meningkatkan infrastruktur kawasan tersebut pula.
"Rencana Pemkab Bantul akan menjadi kawasan kumuh itu menjadi ruang terbuka hijau [RTH] yang menopang pariwisata di Bantul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drainase Pasar Gamping, Sleman, dinilai perlu segera diperbaiki untuk mencegah genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas pedagang saat musim hujan.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jalan Usaha Tani Blubuk Kulonprogo mendapat dukungan CSR Pertamina Rp500 juta untuk memudahkan petani dan menggerakkan ekonomi warga.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 9 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.