Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Kondisi Pantai Depok, Bantul setelah diterjang abrasi, Jumat (30/1/2020)-Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Pesisir pantai di Kabupaten Bantul mengalami abrasi setiap tahunnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul paparkan sejumlah penyebab abrasi tersebut.
Analis Mitigasi Bencana BPBD Bantul, Malichah Kurnia Pratiwi menyampaikan sebelumnya BPBD Bantul telah melakukan kajian risiko bencana pada akhir tahun 2022. Dari situ, diketahui laju abrasi di Bantul rata-rata mencapai 2,3 meter per tahun.
BACA JUGA: Cegah Abrasi Pesisir Selatan Kulonprogo, DLH Tanam 500 Pohon Anggur Laut
Dia menuturkan, dalam kajian tersebut, Pantai Pandansimo, Kwaru, Samas dan Parangtritis setiap tahun mengalami pengikisan tanah di pesisir pantainya. “Laju abrasi di Bantul disebabkan karena pengaruh perubahan iklim,” jelasnya, Rabu (18/9/2024).
Menurutnya, cuaca ekstrim dan gelombang tinggi berpengaruh ke abrasi di pesisir Bantul. Kemudian, suplai sedimen yang terbatas dari hulu diduga menjadi penyebab tingginya laju abrasi di Bantul.
"Sedimen sudah ditangkap [diambil] di daerah hulu, sehingga sedimen yang terbawa sungai sampai ke hilir jumlahnya berkurang," kata Pratiwi.
Dia mengakui, Pemkab Bantul tidak dapat berbuat banyak lantaran sedimen dari aliran sungai yang mengarah ke pantai sudah berkurang.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul pernah melakukan penanaman cemara udang. Tanaman tersebut dinilai efektif untuk mengantisipasi abrasi di lahan pasir. Pratiwi menyebut, penanaman mangrove di sekitar Pantai Baros juga dinilai efektif untuk mengantisipasi abrasi di pantai yang berlumpur.
Dia menuturkan sebelumnya BPBD Bantul telah melakukan rencana aksi pengerasan pantai dengan batuan. Antara lain menggunakan tanggul pantai dan laut (sea wall dan groin).
Sementara itu, untuk mitigasi abrasi non struktural, BPBD bantul seringkali menyampaikan sosialisasi terkait abrasi kepada masyarakat sekitar.
"Kami juga melakukan peningkatan aktivitas masyarakat untuk menanggulangi bencana abrasi," ujar Pratiwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.