Ekonom Soroti Shadow Economy Indonesia yang Capai 23,8% GDP
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—Pakar Mitigasi Bencana Fakultas Geografi UGM, Djati Mardiatno mengungkapkan gejala iklim yang berubah-ubah, baik di rumpun regional maupun rumpun global bisa berdampak terhadap perubahan musim di Indonesia.
Djati berpandangan di tengah-tengah musim kemarau yang berlangsung mulai Mei sampai Oktober ini, gejala el nino kemungkinan tidak terlalu parah. "Tingkat keparahannya itu tidak seperti yang diprediksikan sebelumnya," kata Djati, Jumat (20/9/2024).
Perubahan iklim yang dinamis lanjut Djati disebabkan oleh kondisi geografi dan hidrogeologi Indonesia yang beragam. Hal ini dinilai Djati menyebabkan beberapa tempat mengalami kekeringan, sedangkan tempat lain belum dapat dikategorikan sebagai bencana kekeringan.
Untuk menilai potensi kekeringan suatu daerah, terlebih dahulu harus melihat tipe dan zona iklim regional, material penyusun geologis, serta sistem alam yang terdapat di suatu daerah tersebut. Selain itu, perubahan iklim ini juga mempengaruhi curah hujan yang turun di beberapa daerah di Indonesia.
Perkiraan iklim sebelumnya menyatakan bahwa puncak musim kemarau akan berlangsung pada bulan Agustus hingga September.
Menurut Djati bulan September akan menjadi waktu di mana sumber mata air cenderung menjadi asat. Kendati demikian adanya perubahan iklim tidak menutup kemungkinan adanya turun hujan di bulan Agustus-September, meskipun sedikit.
Sektor pertanian menjadi lini yang kemungkinan dirugikan dari perubahan iklim. Tanpa pengairan yang cukup, tanaman tidak akan bisa tumbuh dan sawah akan mengering.
Hal ini akan berimbas pada kelangkaan stok bahan pangan dan kenaikan harga sembako. "Kemarau panjang itu tidak terlalu ekstrim sehingga kemungkinan gagal panen itu rendah," katanya.
BACA JUGA: TikTok Disebut Mengabaikan Peran Pengguna untuk Perlindungan Data
Menghadapi situasi ini, pengairan sawah diusahakan tidak bergantung hanya kepada air hujan. Pemerintah kata Djati dapat membangun sistem irigasi yang berasal dari sungai, danau, atau embung. Apabila kondisi geologis suatu wilayah tidak terdapat sumber air alami, Djati mengatakan upaya antisipasi dapat dilakukan dengan penanaman komoditas yang tidak membutuhkan banyak air.
Cara lain menghadapi ancaman kekeringan adalah penyediaan air oleh pemerintah setempat. Misalnya di Gunungkidul, Djati mengungkapkan daerah tersebut memiliki potensi air tanah yang dapat dimanfaatkan.
Secara geologis, tanah di Gunung Kidul memiliki material batan yang mudah larut. Material ini membuat air hujan yang masuk ke dalam tanah dapat disimpan dalam waktu yang lama.
Air disimpan di sungai-sungai bawah tanah dan gua-gua yang memiliki kedalaman mencapai 100 meter. "Itu paling dangkal saja sekitar 50 meter, jadi sungainya itu dalam sekali," katanya.
Alternatif lain yang dapat dilakukan untuk menghadapi kekeringan kata Djati adalah membuat sumber air buatan, seperti embung atau bendungan. Cara ini sering digunakan di daerah Nusa Tenggara Timur sebagai persiapan musim kemarau dan bencana kekeringan.
"Embung-embung itu untuk menampung air saat musim hujan, untuk kemudian bisa dimanfaatkan pada musim kemarau," tegasnya.
Di sisi lain, upaya mitigasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, Djati mengatakan jika masyarakat juga dapat memenuhi kebutuhan air di musim kemarau secara mandiri.
Cara yang paling mudah yakni dengan membuat sistem penampungan air hujan di tandon-tandon air. Air tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan irigasi dan domestik seperti MCK dan masak apabila sudah dijernihkan.
"Tidak selalu harus menunggu dari pemerintah, sebetulnya secara mandiri masyarakat bisa dilibatkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Komjen Wahyu Hadiningrat resmi menjadi Wakapolri mendampingi Jenderal Suyudi Ario Seto. Simak profil dan rekam jejaknya.
Link live streaming Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tersedia di Vidio dan YouTube. Simak jadwal dan cara menontonnya.
Satoria Hotel Yogyakarta merayakan ulang tahun ke-9 dengan tema “Together We 9row” melalui berbagai kegiatan kesehatan, sosial, lingkungan, dan pengembangan dir
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Capaian CKG Kulonprogo baru 119.172 dari 459.782 sasaran. Dinkes memperluas pemeriksaan hingga Kantor Pemkab Kulonprogo.