UKDW dan UNDHIRA Hadirkan Pembelajaran Lintas Budaya melalui Summer Camp Visual
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta bersama Universitas Dhyana Pura Bali menggelar Summer Camp Visual Ethnography 2026 bersama mahasiswa Jepang
Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba bersepeda bertajuk Amazing Race sebagai salah satu rangkaian acara JWHF 2024 di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron, Jogja, Minggu (22/9/2024)./Istimewa
JOGJA—Dinas Kebudayaan DIY bersama Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF) menggelar Amazing Race sebagai salah satu rangkaian acara dalam agenda Jogja World Heritage Festival (JWHF) 2024, Minggu (22/9/2024).
Sedikitnya 200 peserta ikut serta dalam lomba bersepeda yang memperebutkan total hadiah mencapai Rp36 juta itu. Peserta memulai lomba dari SMPN 6 Jogja kemudian berkeliling di sembilan kampung wisata kemudian finish di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron.
Kepala BPKSF, Aryanto Hendro Suprantoro, menjelaskan lomba bersepeda dinilai cocok untuk mengenalkan potensi, nilai dan makna yang terkandung dalam setiap titik yang dilewati peserta di kawasan Sumbu Filosofi. "Kami harus secara kreatif mencari cara supaya masyarakat tertarik untuk tahu sesungguhnya ada filosofi apa di balik penanda Sumbu Filosofi, maka kami buat olahraga sepeda agar bisa jadi media buat masyarakat mempelajari Sumbu Filosofi," katanya, Minggu.
Menurut Hendro, kawasan Sumbu Filosofi yang membentang dari selatan atau Panggung Krapyak sampai ke utara di Tugu Jogja memang lebih cocok dijelajahi dengan menggunakan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda sementara tahun lalu gelaran serupa dibungkus dengan acara jalan sehat.
"Di sela-sela peserta menjelajahi rute panitia bisa cerita tentang penanda yang ada, itu tentu lebih santai sehingga orang bisa lebih tahu dan bisa memaknai apa yang ada di kawasan Sumbu Filosofi," ujarnya.
Hendro menjelaskan 200 peserta itu kemudian dibagi menjadi 20 an kelompok yang setiap kelompok diisi dengan tiga sampai lima peserta. Di setiap pit stop atau titik pemberhentian mereka akan diberikan kuis dan games menarik yang juga jadi tambahan nilai. "Total ada sembilan kampung wisata yang dilewati peserta, di sana mereka akan diberikan games dan kuis seputar Sumbu Filosofi," ujarnya.
Tidak hanya melewati jalan protokol, peserta juga diajak menikmati rute di gang atau jalan penghubung di seputaran Sumbu Filosofi. Rute yang dilewati termasuk kawasan bagian dari penyangga Sumbu Filosofi atau wilayah pengembangan. "Di dalam kuis ada diskusi dan game yang dilakukan secara berkelompok sehingga mereka bisa kerja sama dan ini salah satu cara kami agar peserta saling interaksi," katanya.
Hendro berharap lewat kegiatan ini peserta yang didominasi oleh kaum muda bisa semakin peduli dengan budaya dan makna yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian mereka dapat melestarikan dan menyebarluaskan ke masyarakat banyak.
Adapun dalam agenda JWHF 2024 hari kedua sejumlah kegiatan diselenggarakan di kawasan Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron. Diawali dengan Amazing Race, kegiatan berlanjut dengan acara beragam penampilan kesenian sampai ditutup pada malam hari. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta bersama Universitas Dhyana Pura Bali menggelar Summer Camp Visual Ethnography 2026 bersama mahasiswa Jepang
Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Galaxy S27 Ultra dari kamera, baterai, chipset, layar, harga hingga prediksi spesifikasinya.
Sebanyak 42 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Minggu sore.
Pesawat aerosport Sky Ranger jatuh dan terbakar di persawahan Blora. Dua awak selamat dengan luka ringan setelah pendaratan darurat.
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung hingga 7 September 2026 akibat abu vulkanik Anak Krakatau.
Perempuan 64 tahun di Nepal ditemukan selamat setelah 10 hari tertimbun reruntuhan akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Rasuwa.