BEDAH BUKU: Warga Tlogoadi Diajari Berjualan lewat Media Sosial

Media Digital
Media Digital Kamis, 26 September 2024 22:37 WIB
BEDAH BUKU: Warga Tlogoadi Diajari Berjualan lewat Media Sosial

Agenda bedah buku berjudul Pemasaran UMKM melalui Media Sosial yang digelar di SDIT Khoiru Ummah di Kalurahan Tlogoadi, Mlati, Kamis (26/9/2024)./David Kurniawan

SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Pemasaran UMKM melalui Media Sosial di SDIT Khoiru Ummah di Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Kamis (26/9/2024). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan minat baca masyarakat di Bumi Mataram.

Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, mengatakan banyak manfaat yang diperoleh melalui kegiatan bedah buku. Salah satunya menambah pengetahuan dan wawasan bagi peserta yang mengikuti.

Sebagai contoh, bedah buku yang diselenggarakan kali ini berjudul tentang Pemasaran UMKM melalui Media Sosial. Menurut dia, tema ini sangat bagus karena bisa menjadi peluang meningkatkan kesejahteraan dengan berusaha atau berjualan.

Adanya perkembangan teknologi dan informasi, maka area jual beli tidak hanya terpaku pada pola konvesional. Di era digital membuat dunia tanpa sekat sehingga bisa dimanfaatkan untuk pemasaran produk yang dimiliki. “Jadi tema ini pas. Peserta dilatih bagaimana berjualan atau mengembangkan usaha melalui pemasaran digital di media sosial dan lainnya sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” kata Sofyan, Kamis.

Di sisi lain, program bedah buku merupakan upaya Pemda DIY untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Dia tidak menampik, posisi tingkat membaca di DIY merupakan yang terbaik di Indonesia sehingga harus bisa terus dipertahankan. “Salah satunya lewat bedah buku ini, harapannya kesadaran masyarakat untuk membaca buku bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Sri Wahyudi, mengatakan bedah buku terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY. Tujuan dari kegiatan ini untuk terus meningkatkan budaya membaca di Bumi Mataram.

Selain bedah buku, program lain yang dikembangkan adalah perpustakaan digital melalui aplikasi i-Jogja. Di aplikasi ini banyak jenis buku yang bisa diakses anggota dengan berbagai kategori mulai dari bacaan yang ringan hingga berat. “Tinggal dipilih karena layanan i-Jogja bisa diakses secara gratis. Koleksi buku ada lebih dari 300.000 eksemplar,” katanya.

Wahyudi menambahkan, tujuan bedah buku tidak hanya untuk meningkatkan minat baca. Pasalnya, dengan membaca buku, maka pengetahuan dan wawasan yang dimiliki masyarakat juga bertambah. “Salah satu ciri orang pintar adalah sering dan gemar membaca buku. Maka, kami mengajak orang tua untuk membiasakan anak untuk membaca sehingga bisa tambah pintar,” katanya. (BC)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online