Bank Jateng Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Melalui SIPD
Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai.
Suasana Seminar Kepailitan Tantangan Balai Harta Peninggalan Sebagai Kurator Negara di Era Ekonomi Modern, Kamis (26/9/2024) di Grand Keisha Yogyakarta./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
SLEMAN—Balai Harta Peninggalan (BHP) Semarang menggelar Seminar Kepailitan Tantangan Balai Harta Peninggalan sebagai Kurator Negara di Era Ekonomi Modern.
Seminar ini tidak hanya diharapkan mampu mengenalkan BHP ke masyarakat luas namun juga bisa menjadi wadah sinergi antara lembaga kurator negara dan lembaga kurator swasta.
Kepala BHP Semarang, Agustina Setiyawati mengungkapkan seminar ini menjadi Seminar Kepailitan pertama yang diselenggarakan di antara lima BHP di Indonesia. "Ini adalah yang pertama terkait dengan seminar kepailitan," tegas Agustina di Grand Keisha Yogyakarta, Kamis (26/9/2024).
Digelar tiga hari 25-27 September 2024, Seminar Kepailitan diikuti 133 peserta dari BHP Medan, BHP Jakarta, BHP Surabaya, BHP Makassar, Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah (Jateng) dan DIY serta sejumlah instansi lainnya.
Pemaparan dari para narasumber kata Agustina dapat menjadi tambahan wawasan bagi semua peserta seminar, termasuk BHP Semarang.
"Mungkin teman-teman di BHP Semarang menerima itu semua sebagai ilmu yang baru dan itu menambah wawasan lagi ke depan," ungkapnya.
Agustina berharap keberadaan lembaga kurator negara bisa makin dikenal oleh masyarakat luas. Dia juga membuka ruang potensi kerja sama antara lembaga kurator negara dengan lembaga kurator swasta untuk membuat BHP lebih maju lagi.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Minta Peserta Pilkada Taati Aturan Pemasangan APK
"Ke depannya BHP itu lebih dikenal oleh masyarakat di era modern. Jadi lebih berkembang lagi pemikiran-pemikirannya, penyelesaian-penyelesaian terkait dengan kepailitan dan sebagainya," katanya.
Sejumlah Tantangan
Ketua Umum Ikatan Kurator dan Pengurus Indonesia (IKAPI), Oscar Sagita yang berlaku sebagai narasumber dalam seminar mengatakan ada sejumlah tantangan yang dihadapi kurator di era ekonomi modern ini, misalnya soal publisitas.
Dahulu publisitas bisa dilakukan via koran lembar berita negara. Sementara kini, dua media itu saja mungkin belum cukup untuk merambah informasi ke semua masyarakat.
"Jadi memang harus dicari alternatif publisitas yang lain supaya akses publisitas itu menjadi enggak hilang, enggak hanya menjadi formalitas saja," tegasnya.
Oscar juga menyinggung tantangan pada bidang pengetahuan. Kurator tidak hanya harus memahami pengetahuan yang kompleks namun juga mengetahui wawasan di bidang ekonomi.
"Jadi menurut saya memang kurator pengetahuan hukumnya harus top, lalu pengetahuan bisnis dan pengetahuan mengenai ekonomi harus digali lebih jauh, ini tantangan," tegasnya.
Di sisi lain Oscar juga menilai seminar tentang kepailitan bisa menjadi forum yang baik antara lembaga kurator negara dan lembaga kurator swasta.
Lebih jauh Oscar bahkan menilai seminar ini bisa menjadi wadah yang bagus untuk menumbuhkan sinergi antara lembaga kurator negara dan lembaga kurator swasta.
"Mungkin acara seperti ini bisa menjadi jembatan bagi sinergi, bahwa ternyata dua lembaga kurator memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing," katanya.
Malahan bila sinergi ini dapat terjalin, bukan tak mungkin menurut Oscar akan terjadi transfer pengetahuan di antara dua lembaga kurator. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.