Sensus Ekonomi DIY Tembus 69%, BPS Jamin Kerahasiaan Data
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Agenda jumpa pers Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) dengan mengusung tema benda-Umpak Buka. - ist
JOGJA—Sejak 2023, Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) menandai langkah baru dengan menyusun roadmap tematik selama lima tahun, yakni Ketahanan Pangan, Benda, Adat Istiadat, Bahasa dan Nilai-nilai Budaya. Gagasan tersebut diolah menjadi sebuah strategi pelaksanaan dengan skema rotasi lokasi festival di empat kabupaten meliputi Kulonprogo, Gunungkidul, Bantul, dan Sleman, serta Kota Jogja. Kelima wilayah ini menjadi pusat lokasi festival secara bergiliran.
Mengusung tema benda yang diberi tajuk Umpak Buka, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2024 mengajak para masyarakat untuk menjelajahi dan mengalami kebudayaan benda serta situs bersejarah di berbagai daerah di Bantul. FKY 2024 akan berlangsung 10-18 Oktober 2024 di Bantul tepatnya di Lapangan Bawuran, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret.
Tema benda-Umpak Buka akan memaparkan lanskap pemikiran dan praktik hidup manusia Jawa tentang makna fondasi melalui refleksi atas ke-benda-an. Sebagai benda, umpak merupakan fondasi penyangga saka guru dalam arsitektur tradisional Jawa. Umpak dilihat sebagai semesta fundamen, yakni dasar, asas, konstitusi dan paugeran.
Sebagai upaya menelusuri kembali pengetahuan benda yang tersimpan dalam relung-relung masyarakat,FKY 2024 meluncurkan program utama bernama Jelajah Budaya. Program ini menghadirkan pengalaman yang mengeksplorasi bagaimana materialitas (benda) menjadi arsip hidup, mencatat sejarah, identitas, dan perjuangan kelompok di masyarakat.
BACA JUGA: Performa PSS Tak Kunjung Membaik, Wagner Lopes Diistirahatkan Sementara
Panggung utama FKY 2024 bertempat di Lapangan Bawuran. Beberapa program yang dilaksanakan di antaranya Pasaraya Benda, Wahana SDSB, Pawon Hajat Khasiat, dan pertunjukan seni di panggung FKY.
FKY 2024 akan dibuka 10 Oktober 2024 dengan menampilkan Pawai Pusaka, Flashmob, Jamasan Pusaka Warga dan Yogyakarta Royal Orchestra. Bergeser sedikit, di MCC Tepi Sabin, FKY 2024 akan menyelenggarakan Pameran bertajuk Azimat-Siasat.
Untuk program diskusi sebagai penunjang pertukaran dialog gagasan diadakan dalam bentuk FKY Rembug yang berisi tiga sub-program yakni Wicara, Siniar, dan Forum Musyawarah Umpak Buka.
FKY 2024 juga diisi tiga kompetisi, yakni Kompetisi Rakitswara berupa lomba perancangan instrumen musik terbaru maupun terbarukan dengan mengolah “benda”, kemudian Gladhen Jemparingan, serta Kompetisi Mural dari Rakyat dengan pelaksanaannya tersebar di berbagai wilayah DIY. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Belanja gaji pegawai Pemkab Sleman 2027 turun menjadi Rp787,97 miliar. BKAD mewaspadai TPP terdampak jika target PAD tidak tercapai.
Pemerintah memastikan pemisahan anggaran BGN dari fungsi pendidikan mulai diterapkan pada penyusunan APBN 2028 sesuai putusan MK.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.
IHSG ditutup naik 0,80 persen ke level 6.236,13 pada Jumat, didorong sentimen positif dari bursa Asia, AS, China, dan faktor domestik.
KTP dicatut untuk pinjol ilegal bisa merusak skor kredit. Simak cara cek penggunaan NIK secara gratis melalui iDebku OJK dan langkah yang harus dilakukan jika m