John Herdman Soroti Penyelesaian Akhir Meski Indonesia Menang
John Herdman mengaku Timnas Indonesia seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol saat mengalahkan Mozambik 1-0 pada FIFA Match Day.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—Masyarakat di Sleman didorong dan diedukasi untuk memilah sampah organik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat untuk dapat mengolah sampah organik secara mandiri guna membantu mengatasi tingginya volume sampah di wilayah setempat.
"Kami siap mendampingi masyarakat atau kelompok masyarakat maupun tempat usaha dan lainnya dalam mengolah sampah organik, karena volume sampah organik ini cukup tinggi," kata Kepala DLH Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani di Sleman, Jumat (4/10/2024).
Menurut dia, tingginya sampah organik ini karena selain merupakan kawasan padat penduduk, di Sleman juga banyak terhadap tempat-tempat usaha dan jasa yang banyak memproduksi sampah organik.
"Selain dari rumah tangga, sampah organik juga banyak dari tempat usaha seperti rumah makan, hotel dan lainnya. Sampah organik saat ini belum dapat diolah maksimal di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di Sleman," katanya.
Ia mengatakan, pengolahan sampah organik selain dapat dibuat kompos untuk pupuk juga bisa diolah dengan membuat lubang-lubang biopiri.
"Kami siap membantu untuk pembuatan kompos maupun peralatan untuk pembuatan biopori, masyarakat dapat mengajukan proposal untuk bantuan ini," katanya.
Epiphana mengatakan, memang sampai saat ini TPST yang ada di Sleman baik TPST Tamanmartani maupun TPST Sendangsari belum dapat mengolah sampah organik dan hanya difokuskan untuk mengolah sampah anorganik.
BACA JUGA: Penerapan Rencana Pembatasan BBM Subsidi Makin Mengerucut
"Kami harus mencegah masuknya sampah organik ke TPST, karena ini dapat merusak mesin pengolah sampah. Memang kenyataannya sampai saat ini masih banyak sampah organik yang masuk ke TPST, ya kami memang kecolongan, padahal sudah dilakukan pengawasan," katanya.
Ia mengatakan, ke depan DLH Sleman akan berupaya untuk dapat menampung dan mengolah sampah organik dengan pengadaan mesin yang memang khusus untuk mengolah sampah organik.
"Pengolahan sampah organik ini kan harus dipilah-pilah dulu, kemudian diolah dengan mesin penghancur serta mesin pres dan pengering," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
John Herdman mengaku Timnas Indonesia seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol saat mengalahkan Mozambik 1-0 pada FIFA Match Day.
Pendaftaran SPMB SMP di Gunungkidul dibuka mulai 22 Juni 2026. Jalur prestasi dan afirmasi menjadi tahap pertama sebelum domisili dan mutasi.
Jadwal bola malam ini hingga Kamis pagi WIB menghadirkan laga Portugal vs Nigeria dan Inggris vs Kosta Rika dalam agenda uji coba internasional jelang Piala
Presiden Prabowo menargetkan obat generik murah tersedia dalam satu tahun. Saat meresmikan RSUD di Lampung, ia juga menegaskan layanan kesehatan harus bebas
Uber membuka pendaftaran robotaxi di London bersama Wayve. Layanan taksi otonom berbasis AI menggunakan Ford Mustang Mach-E dan segera beroperasi.
BPN Kulonprogo kembali membayar uang ganti rugi Tol Jogja-YIA pada Juni 2026. Sebanyak 149 bidang tanah di Pengasih menerima UGR dengan nilai mencapai Rp248,86