Aktivitas Alam Jadi Pertimbangan Wisatawan Berkunjung ke Sleman
Aktivitas Merapi dan kondisi alam menjadi pertimbangan wisatawan sebelum berkunjung ke Sleman, meski wisata kawasan Merapi tetap diminati.
Beberapa orang sedang melihat lokasi munculnya sumber air di Padukuhan Siraman II, Kalurahan Siraman, Wonosari, Gunungkidul, Kamis, (10/10/2024). Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Guru Besar Bidang Ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi UGM, Profesor Eko Haryono melakukan penelitian terhadap sumber air yang muncul tiba-tiba setelah gempa bumi di Padukuhan Siraman II, Kalurahan Siraman, Wonosari, Gunungkidul.
Guna menjelaskan asal-muasal munculnya sumber air tersebut, seseorang perlu mengetahui bahwa fenomena air tanah di kawasan karst atau batu gamping muncul dari celah-celah bantuan. Keberadaan air tidak sama antara satu titik dengan titik lain.
“Beberapa bulan terakhir ini kan terjadi gempa. Biasanya ada lorong yang runtuh. Runtuhan ini ngeblok atau menutup saluran sungai bawah tanah. Air itu kemudian muncul ke titik lain lewat celah di atasnya,” kata Eko ditemui di Logandeng, Playen, Kamis, (10/10).
Kemungkinan lain munculnya sumber air itu, karena tekanan terhadap akuifer. Akuifer adalah formasi geologi atau grup formasi yang mengandung air dan secara signifikan mampu mengalirkan air melalui kondisi alaminya. Gempa yang terjadi kemudian membuat retakan baru atau kekar pada akuifer tersebut.
Eko menambahkan air yang berada di lahan milik Wagiyono hanya ada di radius lebar 2 meter dan panjang 10 meter dari titik munculnya sumber air. Di luar radius tersebut, tidak ada air.
Tidak jauh dari rumah Wagiyono ada tiga sumur. Dua sumur kering dan satu sumur juga mengalami kenaikan ketinggian air. Kondisi ini, Eko duga akibat jika bukan tekanan pada akuifer maka saluran sungai bawah tanah yang tertutup.
BACA JUGA: Pemkab Sebut Rerata Konsumsi Air Warga Gunungkidul Capai 90 Liter Per Jiwa Per Hari
“Sedangkan air yang muncul tiba-tiba di Siraman II itu menggenang. Debitnya berapa ya perlu diukur dengan dipompa. Kesimpulan kami sementara seperti itu,” katanya.
Eko mengaku pihaknya berencana kembali ke Siraman II untuk melacak aliran sungai bawah tanah atau goa menggunakan alat khusus.
Setelah UGM datang, Adik Wagiyono bernama Wardoyo mengaku mendapat saran untuk mengebor titik tersebut.
“Kami tadi mohon dari pihak UGM untuk dapat menguji coba pengeboran. Tapi belum meng-iya-kan. Kata Pak Eko akan dibahas di UGM,” kata Wardoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas Merapi dan kondisi alam menjadi pertimbangan wisatawan sebelum berkunjung ke Sleman, meski wisata kawasan Merapi tetap diminati.
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Barang berbahaya terbakar di NPCT1 Tanjung Priok. Api padam dalam 59 menit, tidak ada korban dan penyebab masih diinvestigasi.
Pembangunan TPR Tepus Gunungkidul mulai berjalan dengan kontrak Rp728,1 juta. Sementara TPR JJLS masih menggunakan bangunan lama.
Kortastipidkor Polri menggeledah kantor dan rujab Bupati Gowa terkait dugaan pemerasan, pungli, gratifikasi PBG 2025-2026 dan TPPU.
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.