Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman Baru Mencapai Rp6,3 Miliar
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Beberapa orang sedang melihat lokasi munculnya sumber air di Padukuhan Siraman II, Kalurahan Siraman, Wonosari, Gunungkidul, Kamis, (10/10/2024). Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Guru Besar Bidang Ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi UGM, Profesor Eko Haryono melakukan penelitian terhadap sumber air yang muncul tiba-tiba setelah gempa bumi di Padukuhan Siraman II, Kalurahan Siraman, Wonosari, Gunungkidul.
Guna menjelaskan asal-muasal munculnya sumber air tersebut, seseorang perlu mengetahui bahwa fenomena air tanah di kawasan karst atau batu gamping muncul dari celah-celah bantuan. Keberadaan air tidak sama antara satu titik dengan titik lain.
“Beberapa bulan terakhir ini kan terjadi gempa. Biasanya ada lorong yang runtuh. Runtuhan ini ngeblok atau menutup saluran sungai bawah tanah. Air itu kemudian muncul ke titik lain lewat celah di atasnya,” kata Eko ditemui di Logandeng, Playen, Kamis, (10/10).
Kemungkinan lain munculnya sumber air itu, karena tekanan terhadap akuifer. Akuifer adalah formasi geologi atau grup formasi yang mengandung air dan secara signifikan mampu mengalirkan air melalui kondisi alaminya. Gempa yang terjadi kemudian membuat retakan baru atau kekar pada akuifer tersebut.
Eko menambahkan air yang berada di lahan milik Wagiyono hanya ada di radius lebar 2 meter dan panjang 10 meter dari titik munculnya sumber air. Di luar radius tersebut, tidak ada air.
Tidak jauh dari rumah Wagiyono ada tiga sumur. Dua sumur kering dan satu sumur juga mengalami kenaikan ketinggian air. Kondisi ini, Eko duga akibat jika bukan tekanan pada akuifer maka saluran sungai bawah tanah yang tertutup.
BACA JUGA: Pemkab Sebut Rerata Konsumsi Air Warga Gunungkidul Capai 90 Liter Per Jiwa Per Hari
“Sedangkan air yang muncul tiba-tiba di Siraman II itu menggenang. Debitnya berapa ya perlu diukur dengan dipompa. Kesimpulan kami sementara seperti itu,” katanya.
Eko mengaku pihaknya berencana kembali ke Siraman II untuk melacak aliran sungai bawah tanah atau goa menggunakan alat khusus.
Setelah UGM datang, Adik Wagiyono bernama Wardoyo mengaku mendapat saran untuk mengebor titik tersebut.
“Kami tadi mohon dari pihak UGM untuk dapat menguji coba pengeboran. Tapi belum meng-iya-kan. Kata Pak Eko akan dibahas di UGM,” kata Wardoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Harianjogja.com,JOGJA—Dunia seni rupa Indonesia kembali berduka, salah satu tokoh maestro seni rupa Nasirun meninggal dunia di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogy
Paspor wajah Donald Trump laris manis! AS tambah 250.000 Patriot Passport di 28 kota mulai 8 Agustus. Cek cara dan lokasi pengajuannya.
Rehan/Gloria gagal ke final Taipei Open 2026 usai kalah dramatis dari wakil Jepang 17-21, 20-22. Indonesia tanpa gelar di Super 300 kali ini.
Harian Jogja meraih Media Brand Awards 2026 kategori Media Lokal Terbaik dari SPS, mempertegas komitmen menghadirkan jurnalisme berkualitas.
CEO Microsoft Satya Nadella peringatkan perusahaan: jangan terlalu andalkan AI! Data sensitif bisa bocor dan bisnis hancur. Simak saran lengkapnya