Bank Jateng Perkuat Sinergi dengan KIW, Dorong Ekosistem Industri dan Dunia Usaha
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Agenda bedah buku berjudul Buku Pintar Generasi Anti Stunting yang digelar DPAD dan DPRD DIY di Pedukuhan Pendekan, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, Kamis (10/10/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus berupaya mempertahankan minat baca masyarakat di DIY.
Meski menduduki peringkat tertinggi di Indonesia, jawatan ini terus berupaya meningkatkan literasi dan budaya membaca masyarakat di DIY. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar program bedah buku.
Bekerja sama dengan DPRD DIY, DPAD menggelar buku berjudul Buku Pintar Generasi Anti Stunting di Pedukuhan Pendekan, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, Kamis (10/10/2024).
“Mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Untuk itu, kami menyelenggarakan program bedah buku untuk mempertahankan predikat DIY sebagai daerah dengan tingkat gemar membaca tertinggi di Indonesia,” kata anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, Kamis.
Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh lewat membaca buku karena pengetahuan yang dimiliki akan bertambah. Peserta bedah buku juga bisa belajar sesuai dengan tema buku yang dipelajari. “Tema yang dibahas saat ini tentang pengasuhan anak untuk menghindari stunting. Jadi, lewat buku ini masyarakat bisa belajar tentang mengasuh anak, pemberian gizi yang baik agar tumbuh jadi generasi yang sehat cerdas dan lainnya,” katanya.
Anton menambahkan, upaya meningkatkan minat baca di masyarakat untuk saat ini lebih mudah. Hal tersebut tak lepas dari program Pemda DIY yang mengembangkan perpustakaan digital melalui i-Jogja. “Aplikasinya bisa diakses dengan mudah dan bisa memilih buku yang ingin dibaca secara gratis,” katanya.
Dia berharap dengan berbagai program yang ada, maka minat baca masyarakat di DIY bisa ditingkatkan. Anton tidak menampik, tingkat kegemaran di DIY merupakan tertinggi di Indonesia, tetapi dari sisi persentase masih kecil sehingga butuh peningkatan. “Belum ada satu persen [masyarakat] yang gemar membaca buku, dengan kemudahan akses dalam membaca, maka program literasi di masyarakat bisa ditingkatkan,” katanya.
Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis DPAD DIY, Rakhmat Sutopo mengatakan program bedah buku terselenggara berat kerja sama dengan DPRD DIY. Tujuan utama kegiatan ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Dia menjelaskan, banyak manfaat yang diterima dari membaca buku, terutama pengetahuan semakin luas karena buku merupakan jendela ilmu.
Diakuinya, upaya peningkatan minat baca tidak hanya melalui program bedah buku. DPAD DIY memiliki banyak program yang ada di kantor di Jalan Raya Janti, Kalurahan Wonocatur, Kapanewon Banguntapan, Bantul. “Di Kantor DPAD masyarakat bisa membaca atau meminjam buku. Selain itu, ada diorama tentang sejarah DIY serta ada ruang bercerita hingga bioskop enam dimensi yang bisa diakses pengunjung. Masyarakat juga bisa merestorasi arsip yang mulai rusak,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.