Pelatihan HUL Perkuat Pengelolaan Sumbu Filosofi

Media Digital
Media Digital Rabu, 16 Oktober 2024 22:17 WIB
Pelatihan HUL Perkuat Pengelolaan Sumbu Filosofi

Agenda pelatihan pengelolaan warisan dunia dengan fokus pada penerapan pendekatan Historic Urban Landscape (HUL) yang digelar BPKSF Disbud DIY, Rabu (16/10/2024). - Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker

JOGJA—Badan Pengelola Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF) Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY menggelar pelatihan pengelolaan warisan dunia dengan fokus pada penerapan pendekatan Historic Urban Landscape (HUL).

HUL adalah pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan sejarah dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan perkotaan. Pendekatan ini menekankan pentingnya menjaga keaslian dan karakter suatu kawasan dengan tetap memenuhi kebutuhan masyarakat modern.

Pelatihan intensif selama dua hari Rabu-Kamis (16-17/10/2024) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan dalam mengelola kawasan Sumbu Filosofi yang telah ditetapkan menjadi warisan dunia oleh UNESCO pada September 2023.

Kepala Disbud DIY, Dian Laksmi Pratiwi, menekankan pentingnya pelatihan ini. "Banyak hal baru yang perlu diketahui terkait dengan posisi dan status Sumbu Filosofi sebagai warisan dunia," ujarnya, Rabu.

Dian menjelaskan, pendekatan HUL yang menggabungkan pelestarian warisan budaya dengan perencanaan kota merupakan kunci dalam pengelolaan kawasan ini. "ke depan, pelestarian warisan budaya harus dikombinasikan dengan perencanaan dan perancangan tata kota," katanya.

Kepala BPKSF, Hendro Suprantoro menyampaikan pentingnya pelatihan HUL. "Penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan dunia diikuti dengan komitmen untuk mengelola kawasan ini secara berkelanjutan," kata Hendro.

BACA JUGA: Putusan MK Perintahkan Guru Honorer Harus Diprioritaskan Jadi PPPK

Menurutnya, Peraturan Gubernur DIY No. 2/2024 tentang Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi Yogyakarta telah mengamanatkan penggunaan pendekatan HUL dalam pengelolaan Sumbu Filosofi. Namun, ia mengakui bahwa pemahaman mengenai HUL di kalangan pemangku kepentingan masih perlu ditingkatkan. "Meskipun prinsip-prinsip HUL secara umum telah diterapkan, tapi belum ada kajian yang mengukur sejauh mana penerapannya," ujar Hendro.

Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep HUL dan cara penerapannya dalam konteks perencanaan kota.

Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, diharapkan pengelolaan kawasan Sumbu Filosofi dapat semakin efektif dan berkelanjutan. Pendekatan HUL diharapkan dapat menjadi pedoman dalam mengambil keputusan terkait pengembangan kawasan ini, sehingga nilai-nilai budaya dan sejarahnya tetap terjaga. (***)

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online