Kontingen Jogja Juara Umum Porseni KA 2026, Borong Lima Medali
Kontingen Yogyakarta meraih gelar juara umum PORSENI KA 2026 dengan torehan dua emas, dua perak, dan satu perunggu dari berbagai cabang lomba.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY memproyeksikan Masa Tanam (MT1) untuk wilayah DIY akan terjadi sekitar Oktober-November 2024. Plt. Kepala DPKP DIY, R. Hery Sulistio Hermawan mengatakan proyeksi masa tanam ini untuk wilayah yang beririgasi teknis.
Sementara itu menurutnya untuk wilayah yang lahannya tadah hujan baru akan memasuki masa tanam setelah ada hujan dengan intensitas 50 mm per hari. "Sesuai informasi BMKG akan terjadi di Dasarian III bulan Oktober," ucapnya," Jumat (18/10/2024).
Ia menjelaskan untuk MT1 kendala yang mungkin dihadapi biasanya adalah terkait intensitas curah hujan. Jika intensitasnya terlalu tinggi bisa berdampak banjir.
"Sementar itu, harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani rata-rata di harga Rp6.250 sampai 7.000 per kg," ucapnya.
BACA JUGA: Dukung Program Makan Siang Gratis, Pemkab Gunungkidul Menyiapkan Sekolah-Sekolah Ini
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat perkembangan harga produsen gabah September 2024 berdasarkan hasil observasi harga tertinggi Rp8.000 per kg untuk kualitas GKG varietas mentik wangi. Dan harga terendah Rp6.000 per kg pada kualitas Gabah Kering Panen (GKP) varietas ciherang dan inpari.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan BPS DIY melakukan pengamatan pada 54 transaksi terdiri dari 57,41% GKG dan 42,59% GKP. Menurutnya rata-rata harga gabah dan perubahan harga September 2024 secara bulanan atau (month-to-month/mtm) GKG di tingkat petani naik 3,17% menjadi Rp7.077,42 per kg dan di tingkat penggilingan naik 2,96% menjadi Rp7.158,06 per kg.
Sementara untuk GKP di tingkat petani naik 4,32% menjadi Rp6.217,39 per kg dan di tingkat penggilingan naik 4,29% menjadi 6.269,57 per kg.
"Pada observasi kami, tidak menemukan gabah diluar kualitas," kata Herum.
Lebih lanjut dia mengatakan sepanjang 2024 terjadi kenaikan cukup signifikan pada Juni 2024 karena adanya perubahan ketetapan pemerintah terhadap harga patokan pemerintah baik GKG dan GKP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kontingen Yogyakarta meraih gelar juara umum PORSENI KA 2026 dengan torehan dua emas, dua perak, dan satu perunggu dari berbagai cabang lomba.
Rumah di Karanganyar terbakar diduga akibat anak berusia delapan tahun bermain korek api. Damkar Sragen membantu pemadaman selama sekitar 30 menit.
GoPay mengalami gangguan pada Selasa siang. Pengguna Gojek kesulitan top up dan bertransaksi, sementara saldo dan data dipastikan tetap aman.
Curhatan wisatawan ditegur oknum fotografer di plang Malioboro viral. Dispar DIY memastikan wisatawan harus merasa aman dan nyaman saat berwisata.
PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan Raudi Akmal. Kuasa hukum menilai alat bukti penetapan tersangka belum memenuhi ketentuan hukum.
Kemendagri memetakan daerah yang berpotensi kesulitan membayar gaji ASN akibat pemangkasan dana transfer ke daerah dalam RAPBN 2026.