Sleman Jadi Percontohan, Jip Merapi Terapkan KTA dan Barcode
Wisata jip Merapi Sleman kini gunakan barcode dan KTA. Sistem ini tingkatkan keamanan, transparansi, dan layanan wisata.
Ilustrasi menu makan siang gratis - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul mengirimkan data sekolah terkait dengan rencana uji coba program makan siang gratis yang akan digulirkan Pemerintahan Prabowo–Gibran Rakabuming Raka. Hanya saja belum ada tindak lanjut atas pengiriman data tersebut.
Sekretaris Disdik Gunungkidul, Agus Subariyanta mengatakan Koramil 0730/01 Wonosari mengirim surat ke Disdik Gunungkidul ihwal uji coba makan siang gratis. Atas surat tersebut, Disdik telah mengirim balasan.
Beberapa sekolah dasar (SD) yang Disdik masukkan dalam sasaran uji coba makan siang gratis, di antaranya adalah SD Negeri I, II, III, IV, V, VI Wonosari. Lalu, ada SD SD Muhammadiyah Al-Mujahidin dan SD Islam Al Azhar 59. “Totalnya sekitar 20 sekolah dasar lah, sudah termasuk sekolah swasta,” kata Agus, Jumat (18/10/2024).
Agus mengaku siap mendukung program makan siang gratis ini. Apapun program yang menjadi bagian dari visi-misi Presiden dan Wakil Presiden perlu didukung. Menurut dia, apabila program makan siang gratis ini tepat sasaran, maka pemenuhan gizi anak dalam tercukupi.
Dia mengatakan program makan siang gratis ini akan diikuti dengan petunjuk teknis, seperti penganggaran, pelaksanaan, monitoring. “Kalau secara pentingnya, bagi anak didik kami, makan siang gratis ini penting. Paling tidak dalam satu hari, mereka tidak boleh asal makan,” katanya.
BACA JUGA: 10 Hari Uji Coba Makan Siang Gratis di Bantul, Siswa SD Harus Dibiasakan Minum Susu
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengaku belum mengetahui peran dalam program makan siang gratis. Hanya, DPKH terus melakukan persiapan dengan memastikan kesehatan hewan di Gunungkidul.
Program makan siang gratis, kata dia, akan menyedot banyak kebutuhan. Hal ini dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha, utamanya peternak. “Setiap hari butuh bahan soalnya. Sekarang lauknya daging, besik ikan, lusa telur dan akan terus menerus tiap hari. Kebutuhan akan banyak,” kata Wibawanti.
Wibawanti menambahkan DPKH juga terus mewacanakan program makan siang gratis tersebut ke pelaku usaha peternakan. Hal ini ditujukan agar mereka siap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata jip Merapi Sleman kini gunakan barcode dan KTA. Sistem ini tingkatkan keamanan, transparansi, dan layanan wisata.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi