Digelontor Danais, Warga Sidorejo Kulonprogo Kembangkan Budi Daya Jahe Merah

Triyo Handoko
Triyo Handoko Senin, 21 Oktober 2024 04:47 WIB
Digelontor Danais, Warga Sidorejo Kulonprogo Kembangkan Budi Daya Jahe Merah

Kondisi sumur bor yang dibangun di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah yang digunakan untuk budidaya jahe merah.

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah yang mendapat status mandiri budaya dari Pemda DIY termasuk memperoleh Dana Keistimewaan (Danais) pada 2024 ini sebesar Rp1 miliar yang salah satunya digunakan untuk meningkatkan pertanian. Jahe merah dipilih sebagai komoditas yang mulai dikembangkan dengan tujuan meningkatkan pendapatan petani di Sidorejo.

Danais untuk sumber pendanaan budidaya jahe merah ini contohnya digunakan untuk mendanai bibit yang dibagikan ke 15 kelompok tani. Masing-masing mendapat bibit jahe merah sebesar 26 kilogram.

Lurah Sidorejo, Sutrisna menjelaskan pada Minggu (20/10/2024) bahwa sebagian besar yang menggarap budidaya jahe merah ini adalah kelompok perempuan di desanya. "Karena dari 15 yang kelompok wanita tani ini ada 14 yang dapat bantuan bibit jahe merah, supaya ibu-ibu ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya," paparnya.

BACA JUGA: Telah Anggaran Rp1,6 Miliar, Proyek Balai Budaya Tuksono Dilanjutkan Lagi Tahun Ini

Sutrisna menerangkan selain Danais pihaknya juga menggunakan Dana Desa untuk menguatkan pertanian di kalurahannya. Sebesar Rp44 juta dipakai untuk membangun dua unit sumur bor untuk mendukung budidaya jahe ini.

Sumur bor ini dibangun untuk memastikan pasokan air guna mendukung pertanian di Sidorejo. "Dana Desa yang kami gunakan untuk membangun sumur bor sesuai pertaruan dimana pembelanjaan anggaran ini minimal 20% untuk program ketahanan pangan dan pertanian," terang Sutrisna.

Warga Sidorejo sendiri, menurut Sutrisna, mendukung program-program tersebut. "Mendukung karena terbantu sekali, untuk jahe merah tidak hanya budidaya nanti rencananya juga akan diolah untuk bisa dijual dengan nilai tambah yang lebih," ungkapnya.

Pelatihan pengolahan jahe merah jadi produk siap saji ini, jelas Sutrisna, dilakukan guna memastikan kelompok wanita tani di Sidorejo memiliki kapasitas dalam menjalankan usaha tersebut. "Harapannya nanti Sidorejo jadi salah satu lumbung jahe merah yang unggul supaya kesejahteraan masyarakat kami juga meningkat," tandasnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online