Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Petugas DLH Sleman saat melakukan pemangkasan pohon perindang di sekitar jalan di Kalurahan Sendangadi, Mlati. - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Curah hujan yang mulai tinggi akhir-akhir ini membuat sejumlah tindakan kewaspadaan akan bencana terus digalakkan. Untuk mencegah pohon tumbang kala hujan dan angin terjadi, Dinas Lingkungan Hidup Sleman terus melakukan pemangkasan ranting dan pohon yang dianggap membahayakan di Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani mengungkapkan pihaknya akan terus melanjutkan monitor untuk melihat ada tidaknya pohon milik DLH yang perlu ditebang. Di area ibu kota kabupaten, DLH telah menebang ranting dan batang pohon yang dinilai membahayakan.
"Kami juga sudah melayani permohonan masyarakat untuk menebang atau merampasi pohon-pohon yang mereka anggap itu sudah membahayakan," terang Epi, Selasa (22/10/2024).
Di sisi lain, DLH juga banyak menerima permintaan pemangkasan pohon dari masyarakat. Permintaan pemangkasan pohon yang masuk ke DLH masuk dari berbagai wilayah. Beberapa permintaan pemangkasan pohon disebut Epi ada yang berasal dari wilayah Godean hingga Cangkringan.
BACA JUGA: Stasiun Tugu Jogja Makin Cantik, Proyek Beaufitikasi Tahap 1 Rampung
"Macam-macam, ada yang Godean, ada yang Cangkringan, ada yang Prambanan, macam-macam," tegasnya.
Dari permintaan yang masuk, DLH akan mengecek ke lokasi untuk melihat keadaan pohon. Apabila memang pohon tersebut memang perlu untuk dipangkas atau ditebang maka DLH akan melakukan tindakan.
"Selain hasil kita melihat di lapangan memonitor di lapangan, ini juga kami banyak melayani permohonan [penebangan pohon]," ungkapnya.
Dalam sepekan, permintaan pemangkasan pohon ini tergolong banyak diajukan oleh masyarakat. Paling tidak dua hari sekali ada permintaan pemangkasan pohon dari masyarakat yang masuk ke DLH.
Jumlah itu belum termasuk pemangkasan pohon yang diajukan oleh instansi lain untuk melakukan pemangkasan pohon di sarana publik seperti jalan nasional hingga terminal.
"Kalau permintaan warga itu banyak. Sehari ini paling tidak satu, dua hari sekali pasti ada yang minta pohonnya ditebang," katanya.
DLH sendiri mempunyai lima tim pemangkasan pohon yang disebar di area Sleman timur, barat, utara, selatan dan tengah.
Selain itu DLH Sleman dijelaskan Epi juga memiliki dua bucket truk untuk mempermudah aktivitas pemangkasan pohon.
Tindakan pemangkasan pohon-pohon membahayakan ini akan terus dilakukan saat musim hujan nanti. Apalagi mengingat curah hujan yang mulai tinggi dalam sepekan terakhir.
Sepekan lalu, hujan dan angin kencang sempat melanda Kabupaten Sleman. Sejumlah pohon di Sleman pun dilaporkan tumbang.
Kala itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menjelaskan hujan dan angin yang terjadi pada Senin (14/10/2024) menyebabkan pohon tumbang di Maguwoharjo, Purwomartani dan wilayah lainnya.
Di Sembego, Maguwoharjo, Depok pohon taman berdiameter 30 sentimeter tumbang menimpa galvalum teras rumah. Selain itu di Kadirojo, Purwomartani, pohon mlanding ambruk dan sempat melintang di jalan.
"Di Sambisari utara candi, pohon mlanding, waru dan melinjo diameter 30 senti tumbang melintang jalan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026