Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Salah satu narasumber memaparkan materi dalam Sosialisasi Keterpaduan Posyandu dan BKB se-Kelurahan Cokrodiningratan oleh TP PKK Cokrodiningratan, di Kalurahan Cokrodiningratan, Rabu (23/10/2024)./ist Cokrodiningratan
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Cokrodiningratan terus memperkuat keterpaduan antara posyandu dengan Bina Keluarga Balita (BKB). Hal ini salah satunya diwujudkan dengan Sosialisasi Keterpaduan Posyandu dan BKB se-Kelurahan Cokrodiningratan oleh TP PKK Cokrodiningratan yang menghadirkan Kader Posyandu dan Kader BKB se Kelurahan Cokrodiningratan.
Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Cokrodiningratan, pada Rabu (23/10/2024), sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Pokja II TP PKK Kota Jogja, Rusmiyati Andi dan dari Pokja IV TP PKK Kota Jogja, Kustini.
BACA JUGA : Turunkan Stunting, BKKBN DIY Tingkatkan Kapasistas Kader BKB
Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sosialisasi Keterpaduan Posyandu dan BKB ini memiliki makna penting karena Posyandu dan BKB adalah ujung tombak dalam peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan bagi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak balita.
“Posyandu menyediakan layanan kesehatan dasar, sementara BKB fokus pada pembinaan keluarga agar anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas. Melalui kegiatan Sosialisasi keterpaduan Posyandu dan BKB ini, kita berharap dapat tercipta sebuah sinergi yang lebih kuat dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (24/10/2024).
Dengan kolaborasi yang baik antara Posyandu dan BKB, kita bisa memastikan setiap balita tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga mendapatkan stimulasi yang tepat untuk tumbuh kembangnya. Hal ini menjadi modal penting untuk mempersiapkan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.
“Selain itu melalui kegiatan ini, kita juga berharap akan lahir pemahaman bersama tentang pentingnya keterpaduan antara Posyandu dan BKB. Mari kita terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik, serta mengajak warga untuk aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan,” kata dia.
Rusmiyati Andi, menyampaikan BKB adalah sebuah layanan penyuluhan yang diberikan bagi orang tua dan anggota keluarga yang lain, dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, sosial dan moral.
BACA JUGA : Posyandu Kapulogo IV Kotagede Wakili Kota Jogja Maju Lomba Tingkat Provinsi
“dilakukan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas demi meningkatkan kesertaan, pembinaan dan kemandirian ber KB bagi Pasangan Usia Subur. BKB adalah kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang ditujukan kepada orang tua dan anggota keluarga lainnya yang mempunyai anak balita, tentang bagaimana membina tumbuh kembang anak balita secara optimal,” katanya.
Tujuan dari Kegiatan BKB adalah Memperbaiki kualitas hidup anak dikemudian hari atau yang akan datang, memberikan bekal bagi orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak balitanya, meningkatkan ketrampilan orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak dan memperhatikan pemenuhan gizi khususnya bagi anak usia dini 0-6 tahun.
“Juga untuk mengasuh dan mendidik anak balitanya, memberikan pelayanan dan kunjungan rumah, memotivasi orang tua untuk merujuk anak yang mengalami masalah tumbuh kembang anak, meningkatkan kesadaran, perhatiandan keterlibatan lembaga masyarakat yang ada seperti Puskesmas, Posyandu, Kelompok Akseptor, PKK, dan lainnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.