Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Realisasi penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik di Kulonprogo hingga Oktober 2024 baru mencapai Rp38,8 miliar dari total nilai kontrak yang digelontor pemerintah pusat sebanyak Rp77,2 miliar.
Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulonprogo, Nurwidiyanti menjelaskan bahwa pihaknya optimis seluruh kontrak DAK Fisik akan terserap 100%. "Memang pada sampai Oktober ini baru Rp38,8 miliar, tapi kami optimis untuk Tahap III nanti seluruhnya akan terserap," jelasnya pada Kamis (24/10/2024).
BACA JUGA: Perusahaan Fesyen di Kulonprogo PHK 814 Karyawan, Disnakertrans Jamin Hak-hak Pekerja
BKAD, yang mengerjakan administrasi keuangan DAK Fisik sudah berkoordinasi dengan dinas-dinas pengguna anggaran agar segera merealisasikannya. Pasalnya, tenggat waktu realisasi DAK Fisik berakhir pada pertengahan Desember sedangkan kontrak mulai dikerjakan pada April lalu.
Menurut Widiyanti, secara administratif keuangan dalam realisasi DAK Fisik ini diklaim berjalan lancar sesuai aturan dan tahapan yang ada. "Evaluasi realisasinya ada di Bappeda kami hanya bagian keuangannya saja dan sejauh ini lancar," katanya.
Dia menerangkan DAK Fisik 2024 yang dianggarkan pemerintah pusat untuk Kulonprogo sebesar Rp84,6 miliar sesuai peraturan presiden saat itu. "Lalu dalam realisasinya terutama kontrak totalnya jadi Rp77,2 miliar, nilai ini jadi pagu utama DAK Fisik Kulonprogo," ungkapnya.
Dinas yang paling banyak menggunakan DAK Fisik 2024 ini, lanjut Widiyanti, adalah Dinas Kesehatan sebesar Rp36,8 miliar, lalu Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman sebesar Rp20,5 miliar, dan Dinas Koperasi dan UMKM sebanyak Rp8,8 miliar.
"Koordinasi kami dengan dinas terkait pengguna DAK Fisik berjalan baik, serapan baru setengah dari pagu total ini karena pengerjaan realisasinya di akhir tahun," terangnya.
Widiyanti menyebut dinas-dinas terkait perlu segera merealisasikannya sesuai garis waktu perencanaan mengingat tenggat yang sudah mulai dekat. "Pesan kami juga agar menyusun laporan dengan baik agar mendapat penilaian positif dari pemerintah pusat supaya mendapat jatah DAK Fisik lebih besar kedepannya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.