BMKG Ingatkan Hujan Lebat Lokal di Tengah Cuaca Kering
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
BPBD Bantul menyalurkan permintaan dropping air bersih ke kapanewon terdampak kekeringan./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Hingga minggu ketiga Oktober 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 3,84 juta liter ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
"Data droping air bersih terbaru di wilayah Bantul hingga 21 Oktober, total distribusi air sebanyak 3,84 juta liter atau setara dengan 768 tangki air," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta dalam keterangannya di Bantul, Kamis (24/10/2024).
BACA JUGA: Hujan Mulai Turun, BPBD Bantul Tinjau Status Siaga Darurat Kekeringan
Menurut dia, distribusi bantuan air bersih tersebut berasal dari BPBD Bantul, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Bantul, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan donasi dari masyarakat maupun lembaga non pemerintah.
Dia mengatakan jutaan liter air bersih itu didistribusikan ke wilayah yang masyarakatnya terdampak kekeringan seperti Kecamatan Dlingo, sebagian wilayah Pundong, wilayah Pandak dan sebagian wilayah Pajangan.
"Untuk data penerima manfaat air bersih tersebut sebanyak 2.959 kepala keluarga (KK) terdiri atas 13.245 jiwa yang tersebar di 10 kecamatan, 23 kelurahan dan 57 pedukuhan atau dusun," katanya.
Menurut dia, distribusi air bersih untuk penanganan wilayah terdampak kekeringan tersebut mengacu pada Surat Keputusan (SK) Bupati Bantul Nomor 442 Tahun 2024, tentang Status Siaga Darurat Kekeringan di Bantul.
"Berdasarkan perkiraan musim kemarau tahun 2024, beberapa wilayah di Bantul terutama daerah perbukitan dan dataran tinggi berpotensi terjadi kekeringan, atau kekurangan air bersih," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budiraharja mengatakan bersama jajaran pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi (rakor) terkait peta risiko bencana untuk perencanaan rancangan induk atau masterplan penanggulangan bencana daerah.
"Dalam rakor sudah saya sampaikan peta risiko, sehingga tindak lanjutnya harus diidentifikasi mitigasinya terkait sarana prasarana, jadi kalau kita memetakan risiko, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana apa saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kebakaran lahan terjadi di Puncak Setampol Torean Gunung Rinjani. Tim TNGR bergerak memadamkan api dan menilai luas area terdampak.