Petani Bantul Andalkan Sumur Bor Saat Kemarau Mulai Datang
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Mahasiswa asing UGM dari berbagai negarabsaat tampil dalam acara pencak empat jam yang merupakan rangkaian penutupan pencak wisata budaya festival pencak silat 2024 di Titik Nol KM Jogja Sabtu (26/10/2024) malam./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Gelaran pencak wisata budaya Festival Pencak Silat 2024 ditutup dengan gelaran pencak empat jam di Titik Nol KM Jogja, Sabtu (26/10/2024) malam. Dalam acara itu ada atraksi silat dari para bule yang dibagi menjadi beberapa tim.
Perwakilan Komunitas Paseduluran Angkringan Silat, Yosi Antok Sugiato Suryadi mengatakan para bule tersebut merupakan mahasiswa UGM yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Jogja. Mereka berasal dari Jepang, Filipina, Malaysia, Malawi, Italia, Belanda dan Norwegia.
"Sebelumnya selama dua hari mereka telah mengikuti rangkaian kegiatan pencak wisata budaya festival pencak silat 2024 dengan membuat blankon dan belajar silat," ujarnya.
Menurut Yosi, pencak empat jam adalah upaya pihaknya agar masyarakat melihat lebih dekat keberagaman pencak silat dan memberikan sarana bagi praktisi untuk menunjukkan serta mempromosikan kekhasan aliran mereka.
"Kami juga menampilkan perguruan pencak silat asal DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, bahkan Kalimantan," katanya.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur pencak silat di tengah perkembangan zaman. "Pencak silat bukan hanya sekadar seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, sejarah, dan budaya yang sangat dalam," kata Paku Alam.
Paku Alam X juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian dan komersialisasi pencak silat. "Kita harus menghindari komersialisasi yang berlebihan agar esensi dan nilai tradisional pencak silat tidak hilang," tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menyampaikan bahwa Festival Pencak Silat 2024 merupakan bentuk nyata dari upaya pelestarian dan pengembangan pencak silat.
"Malam ini kita kembali merayakan pencak silat sebagai warisan budaya yang sudah diakui dunia. Kami berharap agenda ini tidak hanya menjadi cabang olahraga tradisional, tetapi juga terus dikembangkan dan ditularkan kepada generasi muda," ujar Dian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.