Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) secara umum cerah berawan sepanjang hari pada Senin (28/10/2024).
Berdasarkan prakiraan BMKG dalam laman bmkg.go.id disebutkan sebagian besar wilayah DIY pada pagi hari di lima kabupaten dan kota diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari
Suhu udara rata-rata 23 hingga 32 derajat celcius, sementara kelembaban 55-95%.
BACA JUGA: Topan Trami Porak-porandakan Filipina, 85 Orang Dikabarkan Meninggal
Berikut adalah prakiraan cuaca secara detail pada lima kabupaten dan kota hari ini khususnya di pusat kota:
Pagi : Cerah berawan
siang : Cerah berawan
Malam : Cerah berawan
Pagi : Cerah berawan
siang : Cerah berawan
Malam :Cerah berawan
Pagi : Cerah berawan
siang : Cerah berawan
Malam : Hujan ringan
Pagi : Cerah berawan
siang : Cerah berawan
Malam : Cerah berawan
Pagi : Cerah berawan
siang : Cerah berawan
Malam : Cerah Berawan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ekspor tekstil Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 4 persen pada 2027 didukung pemulihan permintaan global dan penguatan rantai pasok industri.
akultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar program pengabdian masyarakat
DLH Kulonprogo mengimbau warga tidak membakar sampah selama musim kemarau karena berisiko memicu kebakaran lahan dan melanggar aturan.
PT Pegadaian (Persero) secara resmi memasuki babak baru dalam pengelolaan hubungan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan
BMKG memprediksi El Nino bertahan hingga awal 2027 dan memicu kemarau lebih kering dengan risiko kekeringan serta karhutla yang meningkat.