Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Angka pengangguran di Kabupaten Bantul saat ini 3,27 persen atau sekitar 32.000. Pemkab setempat menargetkan angka pengangguran pada tahun 2025 turun menjadi tiga persen menjadi 30.000.
"Targetnya angka pengangguran di Bantul turun, itu yang paling penting bagi kita. Kalau bisa sampai tiga persen, dari pengangguran yang saat ini masih sebanyak 3,27 persen," kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul Mujahid Amirudin di Bantul, Senin, dilansir dari Antara
Menurut dia, jika dihitung dengan angka, jumlah pengangguran di Bantul yang ditarget menjadi tiga persen tersebut sebanyak 30 ribu orang, sementara angka pengangguran hingga akhir 2023 sebanyak 32 ribu orang.
Dia mengatakan upaya yang dilakukan dalam menurunkan angka pengangguran di Bantul di antaranya dengan mengadakan pelatihan keterampilan kerja, maupun bursa kerja yang rutin dibuka instansinya bekerja sama dengan perusahaan mitra.
"Makanya pada 2025 kalau memungkinkan dampak dari program kita di tahun 2024 kita dorong angkatan kerja masuk di sektor formal maupun informal, sehingga pengangguran itu bisa tertekan di angka tiga persen," katanya.
BACA JUGA: Atasi Pengangguran, Disnakertrans Bantul Siapkan 43 Paket Pelatihan Kerja
Menurut dia, penyerapan tenaga kerja dalam upaya menekan angka pengangguran itu menjadi salah satu indikator ukuran kinerja dinas, maka dari itu melalui program program itu masyarakat bisa masuk dunia kerja atau bekerja di sektor formal maupun berwirausaha.
"Kalau target kami pengangguran tahun 2025 bisa turun menjadi tiga persen, atau kurang lebih sekitar 30 ribu orang, penurunannya hampir kurang lebih 2.700 orang, kita berharap yang 2.700 orang tersebut bisa 'mentas' di tahun ini," katanya.
Dia juga mengatakan terlebih pada tahun 2024 ada sebanyak 43 paket pelatihan kerja dengan berbagai jenis keterampilan, mulai dari pelatihan menjahit, tata boga, las, listrik, perkantoran, komputer, digital marketing, otomotif, membatik dan lain lain.
"Setiap pelatihan rata rata diikuti sekitar 20 orang, sehingga harapannya semua paket pelatihan dapat menyerap lebih 800 orang. Selain itu, kami juga melakukan pelatihan khusus untuk kelas penyandang disabilitas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.