Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ilustrasi anak kena gondongan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Kota Jogja menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit gondongan atau parotitis, terutama sebagian besar penderitanya menyerang siswa Sekolah Dasar (SD).
Sampai 30 Oktober 2024 sudah Dinkes Jogja mencatat ada sekitar 169 kasus gondongan di Kota Jogja yang sebagian besar merupakan anak-anak SD
Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan penyakit gondongan merupakan penyakit mudah menular yang disebabkan oleh virus, terutama menyerang pada anak-anak, ada
Gondongan ditandai dengan pembengkakan di sekitar rahang atau leher akibat peradangan kelenjar parotis. Untuk gejala awal yang muncul antara lain demam, sakit kepala, nyeri saat mengunyah atau menelan, dan nyeri otot.
“Penyakit ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan sekolah, melalui percikan air liur atau kontak dengan benda yang terkontaminasi,”jelas Endang dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024), dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Jogja memberikan himbauan kepada pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Penderita cenderung pada kurangnya kebersihan dan penyakit ini sangat mudah menular. Karena itu, himbauan kami untuk yang sakit, sebaiknya tidak masuk sekolah,”ungkapnya.
Pihaknya mengimbau agar para orang tua memastikan bahwa anak-anak mereka telah mendapatkan vaksinasi Measles, Mumps, Rubella (MMR). “Pemberian vaksin MMR ini dapat mencegah terjadinya gondongan,”katanya.
BACA JUGA: 157 Anak Sekolah di Jogja Sakit Gondongan, Dinkes Minta Sekolah Waspada
Tambahnya, jika terjadi peningkatan kasus gondongan, diharapkan pihak sekolah bekerjasama dengan puskesmas setempat dalam memantau dan menangani kasus gondongan tersebut.
Ketua Tim Kerja Surveilans Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan yang juga selaku Epidemiolog di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Solikhin Dwi menyebutkan, penyakit parotitis atau gondongan termasuk dalam kategori kejadian luar biasa secara epidemiologis.
Menurutnya, penyakit tersebut sangat meningkat dibandingkan tahun lalu. Dimana pada tahun 2023 tidak ada kasus ditemukan. Sementara, di tahun 2024 sampai dengan tanggal 30 Oktober 2024 ditemukan 169 kasus.
“Periode akhir September hingga minggu ketiga Oktober 2024 tidak terdeteksi kasus. Namun, pekan ini naik lagi dan jumlah penderitanya 169 orang yang rata-rata diderita oleh anak SD,”ungkapnya.
Ia berharap, para orang tua dan sekolah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sehingga angka penderita gondongan semakin berkurang di Kota Jogja.
“Pencegahan dapat dilakukan dengan cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir secara rutin sebelum makan atau setelah berada dari tempat atau lingkungan yang berisiko, tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan penderita gondongan dan menerapkan etika batuk seperti menutup mulut dan hidung,”imbuhnya. (Hes)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Rupiah melemah ke Rp18.060 per dolar AS pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Investor mencermati sentimen domestik dan perkembangan kebijakan global yang memen
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.