Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Ilustrasi wajib pajak - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 91 kalurahan kenda denda karena sampai 30 September lalu belum lunas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2).
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Putro Sapto Wahyono mengatakan jatuh tempo pembayaran PBB P2 sudah berakhir, yaitu pada Senin (30/9/2024). Dengan begitu, 91 kalurahan tersebut terkena denda 1% per bulan keterlambatan.
Keterlambatan pembayaran tersebut berhulu pada perekonomian masyarakat Gunungkidul yang tidak stabil. Masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani terdampak musim kemarau. “Masyarakat mengandalkan sektor pertanian. Hasil itu belum dapat diharapkan untuk membayar pajak,” ungkapnya di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Kamis (31/10/2024).
BKAD padahal secara rutin menerapkan intensifikasi ke kalurahan-kalurahan terkait dengan PBB P2. Intensifikasi ini bukan sekadar untuk memenuhi target melainkan melampaui target. Pendapatan dari pajak pun bukan hanya dari PBB P2 namun juga pajak lain seperti Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.
BKAD masih menunggu pembayaran PBB P2 hingga akhir 2024. Capaian pembayaran tersebut baru dapat diketahui awal Januari 2025.
Pelaksana Tugas Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengatakan guna mendorong capaian pembayaran PBB P2, BKAD menggelar penghargaan bagi wajib pajak, kapanewon dan kalurahan yang lunas PBB P2.
“Penghargaan ini wujud apresiasi Pemkab terhadap wajib pajak yang secara kebetulan memberikan kontribusi terbanyak dalam pembayaran pajak. Terhadap lurah dan panewu juga yang dapat menggerakkan keorganisasiannya untuk mendorong ketaatan wajib pajak di daerahnya,” tuturnya.
Heri menegaskan pembangunan di Gunungkidul sangat bergantung pada ketaatan pembayaran pajak. Pajak menjadi wujud nyata kontribusi masyarakat ikut dalam pembangunan daerah. Kalau pembangunan daerah ini baik dan lancar akan berdampak positif bagi kemajuan dan kemaslahatan masyarakat.
“Bisa jadi pendorong tumbuh kembangnya ekonomi suatu daerah apabila pajak juga taat dalam pembayarannya,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Pemkot Jogja akan menertibkan plang Jalan Malioboro yang dipasang tanpa izin resmi. Plang dekorasi tetap diperbolehkan selama bukan berfungsi sebagai rambu ja
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.