BNNP DIY Bongkar Modus Sabu dalam Speaker, Mahasiswa Dibekuk
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Petugas memangkas pohon di Jalan Parangtritis, Panggungharjo, Sewon pada Selasa (5/11/2024). Pemangkasan pohon dilakukan untuk antisipasi pohon tumbang saat musim hujan. – Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul memangkas pohon di sejumlah ruas jalan kabupaten. Pemangkasan pohon tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang selama musim hujan.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan jawatannya telah memetakan pohon yang berpotensi tumbang dan dapat membahayakan pengguna jalan. Dia menuturkan ada belasan pohon yang akan dilakukan pemotongan dalam waktu dekat.
Bambang menuturkan upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang selama musim hujan.
Menurut Bambang, sebelumnya pihaknya telah rutin memangkas pohon yang berpotensi tumbang di sejumlah jalan kabupaten. Namun, memasuki musim hujan, pihaknya mengintensifkan pemangkasan pohon untuk mengantisipasi pohon tumbang.
"Pemangkasan pohon oleh DLH [Bantul] untuk antisipasi telah dilakukan secara rutin oleh tim DLH [Bantul]," katanya.
Sejauh ini DLH telah memantau kondisi beberapa pohon yang berpotensi tumbang sebelum dilakukan pemangkasan. Selain itu, dia juga menerima aduan dari masyarakat terkait pohon yang berpotensi roboh. Terhadap aduan tersebut, Bambang akan melakukan asesmen terlebih dahulu sebelum dilakukan penebangan.
BACA JUGA: BPS Catat Angka Pengangguran Bertambah Jadi 7,47 Juta Orang
"Titik utama [penebangan pohon] di jalan jalan kabupaten Bantul yang ada pohon dan sebagian kecil di jalan non kabupaten [provinsi] wilayah Sewon, Bantul, Banguntapan dan Kasihan," katanya.
Meski ada belasan pohon yang berpotensi roboh, lantaran hanya ada enam petugas pemotongan pohon, maka dalam sehari DLH Bantul menargetkan dapat memangkas pohon minimal satu titik.
"Kami utamakan pohon yang rawan roboh karena angin," katanya.
Bambang menyebut hanya melakukan pemangkasan, bukan penebangan. Hal itu dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol menyampaikan memasuki musim hujan masyarakat diminta untuk memperhatikan potensi bencana yang ada, antara lain angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang. Dia meminta masyarakat untuk melaporkan apabila ada pohon yang berpotensi roboh agar dapat segera dilakukan penanganan.
"Melihat situasi, pohon-pohon yang berpotensi roboh bisa dipangkas," katanya
Dia menyampaikan BPBD Bantul juga menggandeng Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) untuk memetakan pohon yang berpotensi tumbang selama musim hujan. Nantinya, pemangkasan pohon akan dilakukan oleh Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) bekerja sama dengan DLH Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.