28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Ilustrasi ambrolnya salah satu sudut Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Tanah di kompleks Makam Raja-Raja Imogiri mengalami keretakan yang diduga dipicu oleh hujan yang melanda kawasan tersebut beberapa hari terakhir.
Kasiop SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto menyampaikan keretakan di tanah kawasan Makam Raja-raja Imogiri tersebut sejatinya telah terjadi beberapa waktu lalu. Dia menduga keretakan tersebut disebabkan hujan yang mengguyur kawasan tersebut. "Kemarin musim kemarau panjang dan tanah di perbukitan itu biasanya retak-retak, dan langsung hujan besar tanah yang retak kemasukan air," katanya, Kamis (7/11/2024).
Menurut Bondan, hujan yang terjadi belakangan menyebabkan kondisi tanah disana mengalami keretakan. Apabila tidak segera ditangani, Bondan mengkhawatirkan keretakan tersebut dapat berpotensi longsor. "Itu berbahaya, yang di bawah [pemukiman] bisa habis [terdampak]," katanya.
Menurut Bondan, Kawasan Makam Raja-raja Imogiri yang berada di area perbukitan wilayah Imogiri berpotensi longsor. Apabila terjadi longsor, dia khawatir akan berdampak pada pemukiman yang ada di sekitarnya. "Tanah sebagian sudah ada pergerakan [retak], sudah mulai mengancam permukiman warga dan lahan parkir di bawahnya," katanya.
Itulah sebabnya, pihaknya berupaya melakukan mitigasi bencana longsor di kawasan tersebut dengan melakukan pemantauan rutin. Menurut Bondan, pada Jumat (8/11/2024) perwakilan Kraton Yogyakarta akan melakukan peninjauan keretakan tanah di Makam Raja-raja Imogiri.
Sementara Sekretaris BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo menyampaikan Kawasan Makam Raja-raja Imogiri merupakan daerah yang memiliki beberapa potensi bencana.
Dia menuturkan, pada 2023 BPBD Bantul telah menyusun kajian risiko bencana dan rencana kontinjensi di kawasan tersebut. Dari situ, diketahui bahwa ancaman bencana disana terdiri dari gempa bumi, tanah longsor, kebakaran lahan, cuaca ekstrem atau angin kencang, dan banjir. “Bencana tersebut mengancam 16 dusun di 3 Kalurahan, yaitu Kalurahan Wukirsari, Kalurahan Imogiri, dan Kalurahan Girirejo,” katanya.
Menurutnya, selama ini BPBD Bantul berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat, perangkat desa, dan FPRB disana dalam menghadapi potensi bencana tersebut. Dia menuturkan pihaknya juga telah melakukan mitigasi bencana melalui gladi lapangan penanggulangan bencana tanah longsor di sana.
Dalam gladi lapangan tersebut, pihaknya melakukan pengujian dokumen rencana kontingensi tanah longsor yang telah disusun. Gladi lapangan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Bansos Agustus 2026 diprioritaskan bagi Desil 1-4. Simak daftar PKH, BPNT, PBI-JK, dan ATENSI beserta batas desilnya.
Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter dibentangkan di Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo Bantul dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Program Motor Listrik Nasional diproyeksikan menciptakan 215.000 lapangan kerja dan nilai ekonomi Rp150 triliun pada 2026–2031.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan warga Gilingan yang mengamuk dan mengancam warga dengan obeng sebelum dibawa ke RSJ Kentingan.