Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Ilustrasi uang rupiah - Antara
Harianjogja.com, JOGJA – Ketua PGRI Kadarmanta Baskara Aji mengapresiasi rencana pemerintah pusat yang bakal menaikkan gaji guru dengan status ASN dan non ASN. Aji menyebut kondisi gaji guru sudah mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir, sementara kebutuhan dan tuntutan profesi semakin meningkat.
“Sudah cukup lama guru tidak mengalami kenaikan gaji. Padahal, kebutuhan hidup semakin tinggi dan tuntutan terhadap kualitas pendidikan juga semakin besar,” kata Aji dihubungi Jumat (8/11/2024).
Menurutnya, jika kesejahteraan guru ditingkatkan, maka konsentrasi mereka dalam mengajar akan semakin optimal. Aji juga menyoroti disparitas gaji yang terjadi pada guru di DIY. Ia membagi guru menjadi tiga kategori, yakni ASN yang telah menerima tunjangan profesi, guru swasta yang juga menerima tunjangan profesi, dan guru honorer yang belum menerima tunjangan profesi.
“Guru honorer menjadi masalah yang serius. Banyak sekolah kekurangan guru dan terpaksa mengandalkan guru honorer dengan gaji yang sangat minim,” ungkap Aji.
BACA JUGA: Kabar Baik, Gaji Guru ASN dan Honorer Dipastikan Naik
Ia menyayangkan kondisi ini karena guru honorer juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Lebih lanjut, Aji menjelaskan bahwa gaji guru honorer di DIY sangat bervariasi, tergantung pada jam mengajar dan kebijakan masing-masing sekolah.
“Ada guru honorer yang hanya menerima gaji Rp200.000 - Rp300.000 per bulan, tapi ada juga yang mencapai Rp1,5 juta. Meski demikian, angka-angka tersebut masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup seorang guru,” ujarnya.
Aji berharap pemerintah pusat dapat segera mengeluarkan kebijakan yang jelas terkait peningkatan kesejahteraan guru, terutama guru honorer. Ia juga mengusulkan agar tunjangan profesi bagi ASN digabung dengan gaji pokok, sehingga guru dapat menerima seluruh penghasilannya dalam satu waktu.
“Dengan adanya kebijakan yang tepat, diharapkan kesejahteraan guru di DIY dapat ditingkatkan secara signifikan. Hal ini akan berdampak positif pada kualitas pendidikan di daerah ini,” pungkas Aji.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan akan adanya kenaikan gaji guru. Namun, dia belum mau membeberkan besaran nominal kenaikannya. Menurut dia, kenaikan nominal ini akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Kenaikan gaji ini disebut sebagai kesejahteraan guru.
“Sudah saya sampaikan tadi, InsyaAllah ada kenaikan. Tapi untuk jumlahnya berapa, nanti nunggu pengumumannya saja,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2024) dikutip Bisnis.com.
Mu’ti menambahkan, kenaikan gaji guru ini tidak hanya untuk guru aparatur sipil negara (ASN) saja, tetapi juga berlaku untuk guru non-ASN. “Jadi untuk kesejahteraan guru itu tidak hanya untuk guru ASN, tapi juga guru non-ASN. Jadi untuk semuanya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.