Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Armada truk milik DLH Kota Jogja tampak mengangkut tumpukan sampah di Depo Kotabaru dan ditargetkan akan bersih pada pekan ini, Jumat (8/11/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja berupaya menuntaskan tumpukan sampah yang ada di Depo Kotabaru. Tumpukan sampah itu sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu hingga kini menutupi sebagian bahu jalan.
Kondisi ini juga mengganggu aktivitas masyarakat sekitar lantaran bau tidak sedap. Pada Jumat (8/11/2024) sampah di Depo Kotabaru tampak mulai diangkut. Tumpukan pun tampak lebih berkurang dibanding sebelumnya meski belum signifikan.
Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja, Ahmad Haryoko mengatakan tumpukan sampah di Depo Kotabaru itu kira-kira mencapai 20-30 ton. Dia memastikan pihaknya sudah melakukan pengangkutan sampah sedikit demi sedikit. Bertahap, DLH mengerahkan sebanuak dua armada truk setiap harinya.
Pengangkutan tak bisa dilakukan sekaligus karena keterbatasan kuota pengolahan sampah di empat TPS3R milik Pemkot Jogja. Haryoko memperkirakan butuh waktu 3-4 hari untuk membuat tumpukan sampah itu berkurang signifikan. "Kami cicil, tetapi ya kami usahakan bisa selesai dalam waktu satu minggu ini," ujar Haryoko.
Diakuinya ada beberapa alasan menumpuknya sampah di Depo Kotabaru. Sebelumnya Depo Kotabaru hanya dijaga oleh personel Satpol PP pada pagi hingga siang hari saja. Sementara malam hari depo tak terpantau sehingga masyarakat bisa membuang sampah di depo itu dengan bebas tanpa memperhatikan jam operasional depo.
Di sisi lain pembuang sampah diperkirakan tak hanya dari warga Kotabaru saja. "Itulah makanya Satpol PP sudah mulai berjaga untuk meminimalkan pembuangan sampah oleh warga yang tidak mau sesuai jadwal yang kami buat," ucap dia.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Segera Panggil Aneka Dharma Soal Mandeknya Pembangunan ITF Bawuran
Haryoko mengatakan jam operasional depo masih berlaku seperti saat awal diterapkan, yakni dua hari buka dan satu hari tutup. Durasi waktu buka selama satu jam.
Namun, ada pula depo yang memang dibuka lebih dari satu jam dengan kesepakatan pengelola depo. Sementara itu, Haryoko memastikan beberapa lokasi TPS 3R sudah mulai beroperasional. Akan tetapi dia mengakui belum bisa maksimal.
"Kami memang belum optimal, tetapi semuanya on progress untuk bisa mencapai target yang diinginkan. Harapan kami masyarakat bertanggungjawab atas sampahnya tetapi kami juga optimal dalam pengolahan sampahnya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa