4 EWS Tsunami di Pantai Gunungkidul Rusak, Diperbaiki Bulan Ini
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—BMKG DIY memprediksikan hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga pun diminta tetap waspada cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi adanya pola konvergensi atau pertemuan massa udara di sekita wilayah Jawa, menambah daya dukung pertumbuhan awan konvektif.
Adapun suhu muka laut Samudera Hindia Selatan Jawa terpantau hangat antara 29–30 derajat Celcius, serta anomali suhu muka laut terpantau hangat (positif) yaitu sebesar 1–1.5 derajat Celsius sehingga potensi penguapan sanagat mendukung pertumbuhan awan hujan.
Mempertimbangkan hal tersebut, maka BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY periode 9-11 November 2024 berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Pada Minggu (10/11/2024), potensi hujan sedang-lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi seluruh wilayah DIY mulai dari Sleman, Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo dan Kota Jogja. “Untuk Senin [11/11/2024] potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di Sleman, Gunungkidul bagian utara, Bantul bagian utara,” katanya, Sabtu (9/11/2024).
BACA JUGA: Cek Kondisi Cuaca di Jogja Akhir Pekan Ini, Sabtu 9 November 2024
Menurut dia, hujan lebat disertai angin kencang ini dapat menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, Masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana hingga dampaknya bisa dikurangi.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Prakirawan Cuaca, Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Muhammad Nur Hadi mengatakan sudah membuat pengamatan berkaitan dengan cuaca. Diprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di kisaran 200-500 mm terjadi di wilayah DIY pada November ini.
Menurut dia, BMKG telah mengimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan potensi hujan es yang bisa terjadi pada periode tiga bulan ke depan. Guna mengurangi risiko, dapat dilakukan dengan langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air dan melakukan penyesuaian pola tanam.
“Puncak musim hujan terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor dan angin kencang dilakukan dengan tindakan mitigasi seperti membersihkan saluran-saluran air, memangkas dahan pohon, memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan raya dan tindakan-tindakan mitigasi bencana lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan energi. Trump kemudian membatalkan rencana larangan ekspor solar AS.
Kunjungan wisman ke YIA mencapai 13.876 pada Agustus 2026. Pemda DIY membidik pasar baru dan menjajaki sejumlah rute langsung.
Kapolri Suyudi Ario Seto melantik dan memimpin sertijab 27 perwira tinggi Polri untuk jabatan utama Mabes Polri dan Kapolda.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menhub Dudy Purwagandhi menyiapkan aturan keselamatan transportasi, termasuk asesmen direksi dan komisaris operator transportasi publik.