Warmindo di Sleman Terbakar Usai Ledakan, 3 Pegawai Luka Bakar
Warmindo di Mlati Sleman terbakar diduga akibat kebocoran gas yang memicu ledakan. Tiga karyawan mengalami luka bakar.
Suasana Rapat Senat Terbuka Fakultas Peternakan UGM pada Senin (11/11/2024)./Istimewa -- Fakultas Peternakan UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia mengusulkan agar ternak jenis ruminansia kecil seperti domba dan kambing dimasukkan ke dalam program strategis pemerintah. Mengingat selama ini program strategis peternakan hanya terpaku pada ruminansia besar seperti sapi potong dan sapi perah.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (DPP HPDKI), Yudi Guntara Noor berpendapat ternak kategori ruminansia kecil seperti kambing dan domba saat ini perlu didorong untuk menjadi komoditas strategis. Pasalnya Yudi beranggapan selama ini pemerintah cenderung banyak fokus pada pengembangan unggas, sapi potong dan perah.
"Ruminansia kecil seperti domba dan kambing belum menjadi komoditas strategis," kata Yudi dalam Rapat Senat Terbuka Fakultas Peternakan UGM pada Senin (11/11/2024).
Bukan tanpa sebab Yudi mendorong ruminansia kecil masuk dalam program strategis. Dijelaskan Yudi, ruminansia kecil punya posisi strategis apalagi jika dikaitkan dengan 17 tujuan SDGs, seperti pada aspek pengentasan kelaparan, kesetaraan gender, kesehatan, maupun pendidikan berkualitas. Di sisi lain keberadaan ruminansia kecil, lanjut Yudi juga sangat bermanfaat di masyarakat pedesaan.
"Bibit, pakan dan dipelihara oleh orang asli Indonesia. Sebagai sumber protein alternatif dari sisi harga juga lebih terjangkau," katanya.
Kendati demikian Yudi tak menampik bila pengembangan ruminansia kecil seperti kambing dan domba memang tidak lah mudah. Beberapa langkah sudah dilakukan untuk memudahkan pengembangan ruminansia kecil, seperti pengembangan pasar, inklusi keuangan melalui KUR serta introduksi genetik dan persilangan dengan domba Dorper.
BACA JUGA : Skema Budi Daya Kambing Perah di Turi Sleman Bisa Diterapkan di Daerah Lain
Yudi memberikan gambaran bagaimana persilangan antara domba Garut dan domba Dorper menghasilkan peningkatan performance produksi bobot badan lebih baik jika dibandingkan dengan domba lokal misalnya Garut dan non Garut.
"Pada tingkat bobot yang sama domba persilangan Garut dengan Dorper lebih cepat dua bulan. Bobot domba lokal umur delapan bulan sama dengan bobot domba persilangan Garut dengan Dorper umur enam bulan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warmindo di Mlati Sleman terbakar diduga akibat kebocoran gas yang memicu ledakan. Tiga karyawan mengalami luka bakar.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.