Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman mencatat hingga pekan kedua November 2024 ada warga terjangkit leptospirosis sebanyak 24 kasus. Penyebaran penyakit ini menyebabkan empat warga meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, ada tren penurunan kasus leptospirosis di Bumi Sembada. Hal ini terlihat dari temuan kasus hingga Selasa (12/11/2024) yang mencatat ada 24 warga yang terpapar penyakit disebabkan air kecing tikus mengandung bakteri leptospirosa.
“Tahun lalu hingga akhir Desember ada 60 kasus temuan penyakit leptospirosis,” kata Yuli, sapaan akrabnya, Selasa siang.
Tren penurunan juga terlihat dari angka kematian dari penyakit leptospirosis. Di tahun ini, sudah ada empat warga yang meninggal dunia karena penyakit tersebut.
“Tahun lalu yang meninggal ada enam orang. Mudaha-mudahan penyebaran leptospirosis bisa terus terkendalikan dan kasus maupun kematian karena penyakit ini tidak bertambah,” ungkapnya.
Meski angka kasus tidak setinggi di 2023, Yuli tetap mengingatkan kepada Masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit ini. Pasalnya, memasuki musim penghujan ada potensi kenaikan kasus dikarenakan leptospirosis juga termasuk penyakit musiman, khususnya saat penghujan.
“Kita tidak tahu genangan air yang ada terpapar kencing tikus atau tidak sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan agar tidak terkena leptospirosis. Budayakan cuci tangan dan kaki serta seluruh bagian tubuh yang kontak dengan sabun sebagai upaya pencegahan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, penyakit leptospirosis masuk kategori zoonosis karena bisa menular ke manusia melalui perantara hewan. Biasanya, penyakit ini disebabkan air kecing tikus yang mengandung bakteri leptospirosa.
Oleh karenanya, ia meminta kepada Masyarakat yang berada di Kawasan pertanian maupun perikanan untuk lebih berhati-hati. Guna mengurangi risiko penyebaran, bisa menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, Sepatu both saat beraktivitas.
BACA JUGA : Leptospirosis di Gunungkidul Capai 16 Kasus dalam 6 Bulan Terakhir di 2024
Pihaknya berkomitmen melakukan sosialisasi terhadap pencegahan bahaya penyakit leptospirosis. Selain itu, juga ada upaya menggalakkan program Gerakan Kesehatan Masyarakat (Germas) dengan melibatkan kader-kader Kesehatan di Tingkat kalurahan.
“Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat [PHBS] serta rutin berolahraga dan makan-makanan bergizi sangat penting dalam upaya menjaga Kesehatan sehingga tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.
RUU APBN 2027 mengatur kewenangan Menteri Keuangan melakukan audit khusus terkait pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi.