Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Ilustrasi leptospirosis./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus leptospirosis pada tahun ini.
Menurut Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo penetapan KLB tersebut dilakukan setelah terjadi peningkatan kasus leptospirosis pada tahun ini.
“Kalau saya melihat, ini sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai KLB. Dengan begitu, kita bisa bergerak lebih cepat untuk melakukan penanganan dan sosialisasi,” katanya, Selasa (29/7/2025).
BACA JUGA: Angka Kematian Akibat Leptospirosis di Kota Jogja Jadi Tertinggi Kedua di DIY
Dinkes Kota Jogja mencatat sebanyak 21 kasus leptospirosis hingga pertengahan tahun 2025. Dari jumlah tersebut, tujuh orang meninggal dunia karena penyakit tersebut. Padahal, kasus leptospirosis tahun 2024 mencapai 10 orang penderita dengan dua orang di antaranya meninggal dunia.
Hasto menyebut telah berkoordinasi dengan tenaga medis di Kota Jogja untuk bersiap melakukan percepatan penanganan terhadap kasus tersebut. Untuk menangani kasus tersebut, Pemkot Jogja menginstruksikan agar seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kota Jogja siap untuk menangani kasus tersebut.
Setiap Puskesmas harus menyediakan obat-obatan yang diperlukan untuk menangani penyakit tersebut. Selain itu, lanjut Hasto, setiap Puskesmas melakukan deteksi dini terhadap penyakit tersebut.
“Deteksi dini [leptospirosis] penting. Kita punya 169 tenaga medis yang meng-cover 169 kampung, mereka ini memantau [kasus tersebut di setiap wilayah]. Ada juga 495 tim pendamping keluarga yang kita gerakkan untuk mengamati gejala leptospirosis kepada masyarakat yang mengalami gejala demam tinggi,” katanya.
Selain itu, dia pun mendorong agar seluruh lapisan masyarakat membersihkan lingkungan sekitar untuk mencegah peningkatan jumlah penderita penyakit tersebut.
"Pengendalian populasi tikus yang menjadi faktor utama penyebaran leptospirosis harus dilakukan. Jangan sampai sarang-sarang tikus dibiarkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.