1,56 Juta Penumpang Gunakan KA Bandara YIA, Layanan PSO Jadi Pilihan
Sebanyak 1,56 juta penumpang menggunakan KA Bandara YIA hingga Juli 2026. Sekitar 1 juta penumpang memilih layanan PSO.
Leptospirosis - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menilai penyebaran leptospirosis di wilayahnya mulai terkendali. Sebab, hingga awal Agustus 2025, Dinkes menyatakan belum ada tambahan kasus leptospirosis.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi, Kesehatan Dinkes Kota Jogja, Lana Unwanah menyampaikan saat ini belum ada tren peningkatan kasus leptospirosis. Dinkes mencatat hingga saat ini kasus leptospirosis mencapai 21 kasus. Saat ini pun tidak ada pasien yang dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
BACA JUGA: Pemkot Jogja Tetapkan KLB Leptospirosis, Ini Alasannya
“Leptospirosis aman, belum ada penambahan kasus, dan jangan sampai ada lagi yang meninggal dunia,” katanya, Rabu (6/8/2025).
Meski begitu, menurut Lana, masyarakat masih diminta untuk mewaspadai penyakit yang ditularkan karena kencing tikus tersebut. Hal itu menurutnya lantaran hingga Juli 2025 telah ada tujuh orang penderita leptospirosis yang meninggal dunia.
Dia menuturkan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Kewaspadaan Leptospirosis pada awal Juli 2025. Dalam SE tersebut, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut terutama saat beraktivitas di genangan air. Saat beraktivitas disana, masyarakat diminta untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.
“Kebersihan lingkungan juga penting. Rumah yang bersih bisa mencegah tikus bersarang,” katanya.
Sementara, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan Pemkot Jogja telah menyiagakan seluruh puskesmas dan rumah sakit (RS) untuk menangani penyakit tersebut.
“Obat-obatan kami siapkan, rumah sakit siaga. Tapi yang tidak kalah penting adalah pencegahan dari hulu,” kata Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1,56 juta penumpang menggunakan KA Bandara YIA hingga Juli 2026. Sekitar 1 juta penumpang memilih layanan PSO.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Pemkot Jogja menyoroti aturan biaya perawatan dan berencana menata pengelolaan makam.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.