Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Leptospirosis - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY melaporkan kasus leptospirosis masih menjadi ancaman serius sepanjang 2025. Total terdapat 453 kasus dengan 38 kematian, di mana Kabupaten Bantul menempati posisi tertinggi baik jumlah kasus maupun korban jiwa.
Data Dinkes DIY menunjukkan Bantul mencatat 227 kasus dengan 12 kematian, disusul Sleman 118 kasus (11 kematian), Kulonprogo 49 kasus (6 kematian), Kota Jogja 32 kasus (8 kematian), serta Gunungkidul 27 kasus (1 kematian).
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Ari Kurniawati, mengatakan penyebaran leptospirosis banyak terjadi di wilayah persawahan. Bakteri Leptospira yang berasal dari urine tikus dapat terbawa aliran air hingga mencemari area persawahan.
“Kalau di Kota Jogja memang sampai ke permukiman. Karena sawahnya lebih sedikit, maka penularannya bisa terkait higiene dan sanitasi lingkungan, termasuk pengelolaan sampah,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Ari menjelaskan bahwa leptospirosis bisa berkembang dari gejala ringan hingga berat. Penanganan dini menjadi kunci untuk mencegah kematian.
“Lepto ringan biasanya cukup dengan antibiotik. Tetapi kalau sudah berat dan terlambat ditangani, risikonya kematian,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai gejala dini. Banyak pasien memilih menunda pergi ke fasilitas kesehatan hingga kondisi memburuk.
“Pengenalan penyakit ini sangat penting. Kalau masyarakat sudah sadar, kasus bisa cepat terdeteksi dan tidak terlambat ditangani,” katanya.
Ari memberi contoh sederhana: seseorang yang mengalami demam setelah beraktivitas di sawah tanpa alas kaki harus waspada terhadap kemungkinan leptospirosis.
“Kalau masyarakat aware, akan jauh lebih mudah menemukan kasusnya lebih cepat,” imbuhnya.
Menurut Ari, DIY memiliki kualitas pelaporan kasus yang cukup baik. Namun, pengendalian vektor tikus tetap menjadi pekerjaan rumah yang besar.
“Kita punya sumber daya pemeriksaan leptospirosis yang cukup, tapi PR terbesar adalah pengendalian tikus yang memang tidak mudah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Gagal bayar pinjol memiliki sejumlah risiko, mulai dari penagihan, denda, riwayat kredit hingga persoalan wanprestasi. Ini langkah menghadapinya.
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.