BEDAH BUKU: Tuntas Digelar di 222 Titik, Hasil Segera Disampaikan ke Sejumlah Instansi

Media Digital
Media Digital Rabu, 13 November 2024 22:37 WIB
BEDAH BUKU: Tuntas Digelar di 222 Titik, Hasil Segera Disampaikan ke Sejumlah Instansi

Agenda bedah buku berjudul Buku Pintar Generasi Anti Stunting yang digelar di Balai RT04/RW02 Beran, Kalurahan Margodadi, KapanewonSeyegan, Sleman, Rabu (13/11/2024)./Catur Dwi Janati

SLEMAN—Program bedah buku kerja sama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan DPRD DIY memasuki edisi terakhir di 2024. Program yang bersumber dari dana APBD ini telah menyasar 222 lokasi di seluruh DIY dengan membawa misi peningkatan literasi dan minat baca masyarakat.

“Bedah buku hari ini merupakan agenda bedah buku terakhir dari semua kegiatan bedah buku yang penganggarannya melalui APBD reguler, jadi ini bedah buku yang ke-222,” kata Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Sri Wahyudi, dalam agenda bedah buku di Balai RT04/RW02 Beran, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, Rabu (13/11/2024).

Kegiatan ini dimulai sejak Februari 2024 dan berakhir di November 2024. Selama hampir 10 bulan, berbagai macam buku dengan tema yang berbeda-beda dibedah bersama masyarakat, sesuai dengan latar, potensi dan kebutuhan masing-masing desa. “Judul yang kami bedah berisi hal-hal yang aplikatif yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari,” katanya.

Di Balai RT04/RW02 Beran, Margodadi, Seyegan, masyarakat diajak membedah buku berjudul Buku Pintar Generasi Anti Stunting.

Menurut Wahyudi, pengetahuan tentang topik ini sangat penting bagi pasangan muda, khususnya untuk menekan kasus stunting atau tengkes. “Harapannya dengan bedah buku tentang ini, peserta khususnya bapak ibu pasangan muda yang masih punya anak usia di bawah lima tahun bisa paham bagaimana generasi berikutnya tidak masuk dalam kategori stunting,” katanya.

Di sisi lain, salah satu pemicu DPAD DIY menyelenggarakan kegiatan bedah buku ini yakni untuk mempertahankan status DIY sebagai provinsi yang mengantongi peringkat tingkat kegemaran membaca tertinggi nasional. “Sehingga kami ingin predikat itu bisa dipertahankan, dan selanjutnya membaca buku bisa menjadi budaya di seluruh lapisan masyarakat di DIY,” katanya.

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, berharap bedah buku yang digelar di ratusan titik di Bumi Mataram bisa mengerek minat baca masyarakat. “Yang utama kita tetap menggerakkan animo masyarakat untuk gemar membaca atau mempertahankan minat baca di DIY,” katanya.

Tak hanya itu, program ini akan menjadi langkah pembuka bagi instansi lain untuk masuk dan memperdalam topik yang di bedah. Hasil dari bedah buku ini nantinya disampaikan ke dinas terkait seperti Dinas Pendidikan hingga Dinas Kesehatan. “Hasil bedah buku yang digelar di ratusan titik ini harapannya menjadi masukan bagi instansi terkait untuk mengolah dan memperdalam topik yang dibahas,” kata Anton. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online