Sebelum Meninggal, Den Baguse Ngarsa Sempat Ngangkring Bersama Kakak
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Ilustrasi sawah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Memasuki musim hujan, petani lahan sawah tadah hujan di Bantul mulai menanam palawija.
DKPP Bantul mencatat luas tanam di lahan sawah tadah hujan mencapai 521 hektare. Jumlah tersebut terdiri dari 210 hektare untuk penanaman jagung, 128 hektare untuk penanaman kacang tanah, 166 hektare untuk penanaman ubi kayu, 16 hektare untuk penanaman ubi jalar, dan 1 hektar euntuk penanaman kacang hijau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengakui petani lahan sawah tadah hujan di Dlingo dan Imogiri sudah mulai menanam palawija.
"Saat ini belum ada kendala [penanaman] karena masih basah [air masih cukup], semoga ada hujan, jangan sampai gagal [panen]," katanya Jumat (15/11/2024).
Sementara Lurah Selopamioro, Imogiri, Sugeng menyampaikan petani lahan sawah tadah hujan di wilayahnya mulai menanam palawija. Di sana dari 2.275 hektare lahan sawah yang ada, 80 persennya merupakan lahan sawah tadah hujan yang ditanami palawija.
"Sekarang ini sudah hujan, ini sudah cukup untuk menanam palawija, [berupa] jagung, kacang di pekarangan atau lahan tegalan," katanya.
Dia menuturkan penanaman palawija dilakukan karena hujan baru terjadi beberapa hari belakangan, sehingga air hujan yang digunakan untuk pengairan di sawah masih terbatas.
Dia memperkirakan tanaman palawija tersebut akan panen dalam beberapa bulan mendatang. Untuk tanaman jagung diperkirakan akan panen sekitar 2-3 bulan setelah tanam.
"Kalau [jagung] tidak nyandak [masa panen air masih kurang] bisa dijual untuk sayur, atau pakan ternak," katanya.
Menurut Sugeng penanaman jagung di wilayah Selopamioro selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat, atau tidak ada program kemitraan seperti di wilayah lain.
"Kami tidak menjalin kerjasama dengan penebas jagung, kalau hujan sudah betul-betul deras, nanti [lahan sawah tadah hujan] untuk lahan padi," katanya.
Sementara itu, menurut Sugeng, pihaknya memperkirakan penanaman padi di lahan sawah tadah hujan di wilayahnya akan dilakukan akhir Desember 2024. Saat itu varietas padi Inpari 42 dan 43 yang akan ditanam. Varietas tersebut dinilai tidak memerlukan banyak air dibanding dengan varietas lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Setir mobil terasa berat saat parkir bisa disebabkan power steering, rack steer, fluida, hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan tanda-tandanya.
Manchester City dilaporkan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan aturan finansial Liga Primer. Sanksi dan proses banding masih menunggu.
Banjir meluas di Bangkok setelah hujan hampir 300 mm. Seluruh 50 distrik dinyatakan zona bencana, sementara hujan lebat masih berpotensi hingga 27 September.
Tata Aeris resmi meluncur di India mulai Rp90 jutaan. Sedan penerus Tigor ini punya kamera 360 derajat, 6 airbag, layar 10,25 inci, dan mesin CNG.