Disbud Bantul Bongkar Sejarah Kapitan Tan Djin Sing hingga Madukismo
Disbud Bantul angkat sejarah Tan Djin Sing dan Madukismo. Generasi muda diajak memahami jejak Tionghoa di Jogja.
Suasana layanan pengurusan visa di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta./Istimewa
SLEMAN--Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mencatatkan jumlah pemegang Golden Visa yang signifikan pada periode Agustus hingga Oktober 2024.
Sebanyak 22 orang asing berhasil mendapatkan fasilitas izin tinggal jangka panjang melalui program Golden Visa yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia.
Golden Visa adalah program yang dirancang untuk menarik investor asing dengan memberikan izin tinggal lebih lama di Indonesia, sebagai bagian dari upaya untuk mendongkrak perekonomian dan investasi di Tanah Air.
Dengan memberikan kemudahan izin tinggal jangka panjang, program ini bertujuan memfasilitasi para investor dan profesional asing yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia, khususnya di sektor-sektor strategis.
Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Tedy Riyandi menjelaskan bahwa pemegang Golden Visa ini merupakan individu yang memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi lokal melalui investasi mereka.
"Program Golden Visa adalah salah satu cara untuk menarik investor berkualitas ke Indonesia. Kami berharap kehadiran mereka dapat berkontribusi pada perkembangan ekonomi di Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya," ujar Tedy.
Dalam hal pengawasan, Kantor Imigrasi Yogyakarta memastikan bahwa setiap pemegang Golden Visa mematuhi ketentuan yang berlaku.
Proses verifikasi dan seleksi yang ketat dilakukan untuk memastikan bahwa mereka memenuhi syarat sesuai dengan peraturan keimigrasian yang ada.
Dengan adanya 22 pemegang Golden Visa ini, Kantor Imigrasi Yogyakarta turut berperan dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan investasi asing di Indonesia, sekaligus memperkuat sektor perekonomian di Yogyakarta.
Kantor Imigrasi Yogyakarta berkomitmen untuk terus memfasilitasi layanan keimigrasian yang optimal bagi WNA yang memenuhi syarat dan berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disbud Bantul angkat sejarah Tan Djin Sing dan Madukismo. Generasi muda diajak memahami jejak Tionghoa di Jogja.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.