Jadi yang Terbaik di ADWI 2024, Pengelola Desa Wisata Krebet Tak Menyangka

Media Digital
Media Digital Selasa, 19 November 2024 22:17 WIB
Jadi yang Terbaik di ADWI 2024, Pengelola Desa Wisata Krebet Tak Menyangka

Penerimaan penghargaan sebagai juara desa wisata kategori kelembagaan dan SDM Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (17/11/2024)./Istimewa

BANTUL—Desa Wisata Krebet di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan berhasil menjadi juara Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Krebet menjadi juara untuk kategori Kelembagaan dan SDM.

Penyerahan penghargaan sendiri dilakukan Kementerian Pariwisata yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (17/11/2024) malam.

Ketua Pengelola Desa Wisata Krebet Agus Jati Kumara mengaku bersyukur atas raihan penghargaan yang didapatkan karena Krebet harus bersaing dengan puluhan desa wisata di Indonesia sebelum akhirnya menjadi juara. “Kami tidak menyangka akhirnya mampu meraih penghargaan ini,” katanya, Selasa (19/11/2024).

Sebelum akhirnya terpilih menjadi juara desa wisata ADWI 2024, Krebet harus melalui serangkaian penilaian dari Kemenpar.

Sejumlah indikator, mulai dari kelembagaan dan sumber daya manusia, daya tarik wisata, amenitas, digital, resiliensi hingga indikator desa ritisan, berkembang dan maju harus dilalui. Selain itu juga dilakukan visitasi dari Kemenpar. “Lalu kami masuk dalam nominasi, sebelum akhirnya meraih juara,” tutur Agus.

Alasan dari panitia ADWI memutuskan Desa Wisata Krebet meraih juara di kategori kelembagaan dan SDM karena kementerian menilai kelembagaan yang ada di Desa Wisata Krebet telah berjalan baik. “Laporan keungan, pembagian job desk dan ada laporan yang jelas sehingga ini sesuai dengan apa yang disyaratkan,” ungkap Agus.

Dari segi SDM, Desa Wisata Krebet ada 41 orang, 88 tutor pembatik, lalu ada pelaku wisata lainnya di tempat tersebut. Mereka saling mendukung setiap kegiatan dan aktivitas yang ada di Desa Wisata Krebet. Selain itu, Krebet punya rumah produksi sekitar 50.

Ke depan, Agus mengaku Desa Wisata Krebet akan terus berbenah dalam hal infrastruktur dan sarana pendukung. Tidak sampai di situ, peningkatan layanan kepada para pengujung juga akan ditingkatkan sebab lebih dari 1.000 pengunjung setiap bulannya datang ke desa wisata tersebut.

Mereka tidak hanya datang untuk belajar membatik kayu tapi juga studi banding. “Peningkatan SDM utamanya dalam hal bahasa asing juga harus kami tingkatkan,” ucapnya.

Seusai Desa Wisata Krebet menjadi juara di kategori kelembagaan dan SDM pada ADWI 2024, Krebet akan bersiap dan berbenah untuk menghadapi sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025. Setelah itu, 2026 akan berusaha mengejar prestasi dari Desa Wisata Wukirsari sebagai bagian dari desa terbaik dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online