Lewat Film BNNP DIY Sebut Bahaya Narkoba Bertransformasi Jadi Permen
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Penerimaan penghargaan sebagai juara desa wisata kategori kelembagaan dan SDM Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (17/11/2024)./Istimewa
BANTUL—Desa Wisata Krebet di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan berhasil menjadi juara Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Krebet menjadi juara untuk kategori Kelembagaan dan SDM.
Penyerahan penghargaan sendiri dilakukan Kementerian Pariwisata yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (17/11/2024) malam.
Ketua Pengelola Desa Wisata Krebet Agus Jati Kumara mengaku bersyukur atas raihan penghargaan yang didapatkan karena Krebet harus bersaing dengan puluhan desa wisata di Indonesia sebelum akhirnya menjadi juara. “Kami tidak menyangka akhirnya mampu meraih penghargaan ini,” katanya, Selasa (19/11/2024).
Sebelum akhirnya terpilih menjadi juara desa wisata ADWI 2024, Krebet harus melalui serangkaian penilaian dari Kemenpar.
Sejumlah indikator, mulai dari kelembagaan dan sumber daya manusia, daya tarik wisata, amenitas, digital, resiliensi hingga indikator desa ritisan, berkembang dan maju harus dilalui. Selain itu juga dilakukan visitasi dari Kemenpar. “Lalu kami masuk dalam nominasi, sebelum akhirnya meraih juara,” tutur Agus.
Alasan dari panitia ADWI memutuskan Desa Wisata Krebet meraih juara di kategori kelembagaan dan SDM karena kementerian menilai kelembagaan yang ada di Desa Wisata Krebet telah berjalan baik. “Laporan keungan, pembagian job desk dan ada laporan yang jelas sehingga ini sesuai dengan apa yang disyaratkan,” ungkap Agus.
Dari segi SDM, Desa Wisata Krebet ada 41 orang, 88 tutor pembatik, lalu ada pelaku wisata lainnya di tempat tersebut. Mereka saling mendukung setiap kegiatan dan aktivitas yang ada di Desa Wisata Krebet. Selain itu, Krebet punya rumah produksi sekitar 50.
Ke depan, Agus mengaku Desa Wisata Krebet akan terus berbenah dalam hal infrastruktur dan sarana pendukung. Tidak sampai di situ, peningkatan layanan kepada para pengujung juga akan ditingkatkan sebab lebih dari 1.000 pengunjung setiap bulannya datang ke desa wisata tersebut.
Mereka tidak hanya datang untuk belajar membatik kayu tapi juga studi banding. “Peningkatan SDM utamanya dalam hal bahasa asing juga harus kami tingkatkan,” ucapnya.
Seusai Desa Wisata Krebet menjadi juara di kategori kelembagaan dan SDM pada ADWI 2024, Krebet akan bersiap dan berbenah untuk menghadapi sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025. Setelah itu, 2026 akan berusaha mengejar prestasi dari Desa Wisata Wukirsari sebagai bagian dari desa terbaik dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pengembangan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pengendali dalam Center of Excellence AI di Jogja.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Pemkot Jogja menyoroti aturan biaya perawatan dan berencana menata pengelolaan makam.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.