131 Kg Ikan Sapu-sapu Dibasmi di Bantul, Ancam Ikan Lokal
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Wisatawan sedang bermain air di pantai Parangtritis Bantul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Bantul menyiapkan strategi baru menghadapi pemangkasan anggaran pusat dengan fokus promosi berbasis komunitas dan kolaborasi.
Jawatan itu pun harus menyesuaikan banyak program, termasuk event-event unggulan yang selama ini menjadi daya tarik kunjungan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, mengatakan hingga kini pembahasan program pariwisata 2026 masih berlangsung dengan DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Namun, ia memastikan bahwa efisiensi anggaran akan berdampak besar terhadap kegiatan kepariwisataan.
“Belum tahu event yang akan dikurangi mana saja karena kami masih menunggu kebijakan TAPD dan Banggar. Namun, pasti ada pemangkasan total, bukan sekadar pengurangan. Transfer keuangan dari pusat ini jauh sekali berkurangnya,” ujar Saryadi, Selasa (11/11/2025).
Ia mengakui bahwa pemotongan anggaran otomatis menggerus pelaksanaan kegiatan promosi dan event wisata yang sebagian besar dibiayai dari APBD. Padahal, event merupakan salah satu cara efektif mendongkrak tingkat kunjungan dan pendapatan daerah. “Semua sumber berkurang, termasuk dana transfer ke daerah dan dana insentif. Mudah-mudahan tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan,” katanya.
Strategi Promosi Beralih ke Komunitas dan Kolaborasi
Subkoordinator Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, menyebut tahun depan hanya dua event yang sudah disetujui dari bidang pemasaran pariwisata, yakni Festival Keroncong Pesisir dan Festival Kuliner Bantul. Padahal, tahun ini Bidang Pemasaran Dispar Bantul menyelenggarakan lima event, termasuk Festival Bergodo, Festival Lampion, dan Jelajah Bantul.
Untuk menyiasati keterbatasan dana, Dispar Bantul akan beralih ke strategi promosi berbasis komunitas dan kolaborasi. Menurut Markus, pihaknya akan memperkuat komunikasi dengan biro perjalanan wisata di luar DIY serta menggandeng perguruan tinggi untuk mendukung desa wisata. "Selain itu, kami juga berencana melibatkan influencer untuk memperluas jangkauan promosi kegiatan generasi muda," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan