Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Suasana kunjungan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Madiun ke kantor Harian Jogja, Jetis, Kota Jogja, Kamis (21/11/2024)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 27 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Madiun berkunjung ke kantor Harian Jogja, Kamis (21/11/2024). Agenda rutin tahunan itu menjadi cara PGRI Madiun belajar pengelolaan redaksi dan bisnis media.
Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Muhammad Binur Huda, mengatakan mahasiswa-mahasiswi perlu memiliki ilmu dan pengalaman yang lengkap, tidak hanya teori di kelas. Salah satunya dengan kunjungan lapangan ke kantor media massa. “Selain mendapat teori di kelas, kami juga berkunjung ke Harian Jogja, dua tahun lalu kami juga ke sini. Kami membawa kontingen enam dosen, satu staf, dan 27 mahasiswa-mahasiswi,” kata Binur di Kantor Harian Jogja, Jetis, Kota Jogja, Kamis.
Di momen pertemuan itu pula, Binur bertanya tentang cara Harian Jogja bertahan di tengah gempuran media elektronik. Banyak media cetak yang tidak bertahan dan akhirnya gulung tikar. Binur juga bertanya tentang cara Harian Jogja mencukupi biaya operasionalnya.
Senior Content Manager Harian Jogja, Maya Herawati mengatakan bahwa Harian Jogja sudah berdiri sejak 20 Mei 2008. Setahun kemudian, kanal daring Harian Jogja lahir untuk menemani versi cetaknya.
BACA JUGA: Belajar Kerja Media Massa, Belasan Santriwati PPM Baitussalam Jogja Kunjungi Harian Jogja
Media Harian Jogja, kata dia, sebanyak 90% mengangkat isu lokal di DIY. Meski oplah korannya fluktuatif, koran cetak tetap dipertahankan dan menjadi main core Harian Jogja. “Harian Jogja terus bergerak mengiringi zaman, mencakup semua segmen usia dari yang tua hingga muda. Termasuk dengan memaksimalkan media sosial, yang secara peraturan tetap disamakan dengan pola produksi media massa. Setiap pemberitaan yang diunggah di media sosial juga tetap mengikuti kode etik jurnalistik,” kata Maya.
Dari sisi bisnis, Maya mengatakan bahwa Harian Jogja mengembangkan banyak lini. Tidak hanya divisi redaksi, Harian Jogja juga memiliki divisi digital, event organizer, hingga marketing.
Tidak berbeda dengan Harian Jogja, pada kesempatan ini pula, Binur bercerita bahwa Universitas PGRI Madiun membekali mahasiswa-mahasiswinya untuk tanggap terhadap zaman. PGRI Madiun membekali mahasiswa-mahasiswinya dengan skill kewirausahaan. “Mereka ini calon guru, kami tambah skill kewirausahaan, termasuk dengan jurnalistik. Misal punya keahlian menulis bisa dikembangkan, itu cara kami mendukung program kemajuan,” kata Binur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Kemenhaj temukan dugaan pungli layanan kursi roda haji di Makkah. Tarif mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resmi.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.