Pilur Serentak Gunungkidul, 91 Calon Bertarung di 31 Kalurahan
Sebanyak 91 calon mengikuti Pilur serentak Gunungkidul di 31 kalurahan. Sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kampanye rapat umum dalam tahapan Pilkada Sleman batal digelar. Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati memutuskan untuk tidak menggelar kampanye akbar ini.
Sesuai dengan jadwal dari KPU Sleman, Jumat (22/11/2024) menjadi jatah pasangan Kustini Sri Purnomo-Sukamto menggelar kampanye akbar. Adapun paslon Harda Kiswaya-Danang Maharsa kampanyenya berlangsung Sabtu (23/11/2024).
Ketua Tim Pemanangan Kustini-Sukamto, Inoki Azmi Purnomo mengatakan, seyogyanya akan menggelar kampanye akbar di Lapangan Denggung, Sleman pada Jumat. Akan tetapi kemudian terbit surat dari KPU No.870/PL.02.4-SD/3404/4/2024 yang menyatakan larangan penggunaan Lapangan Denggung untuk berkampanye. “Jadi kami batal menggelar rapat umum karena larangan itu. Padahal di Lapangan Denggung tidak ada kegiatan sama sekali,” kata Inoki, Jumat siang.
Menurut dia, dengan pelarangan tersebut, maka pasangan Kustini-Sukmato tidak memiliki opsi lapangan lain. Inoki berdalih, Lapangan Denggung merupakan lokasi strategis karena berada di jantung Kota Sleman. “Jadi kampanye terbuka ditiadakan,” katanya.
BACA JUGA: 2 Stadion Jadi Lokasi Kampanye Terbuka Pilkada Jogja, Satpol PP Siagakan 100 Personel
Ketua Pemenangan Paslon Harda Kiswaya-Danang Maharsa, Koeswanto mengatakan pada awalnya akan menggunakan jadwal kampanye rapat umum di hari terakhir berkampanye, Sabtu (23/11/2024). Meski demikian, rencanaya kampanye di Lapangan Denggung dibatalkan karena beberapa alasan.
Menurut dia, alasan utama berkaitan dengan keamanan dikarenakan kampanye akbar menghadirkan puluhan ribu massa, maka sangat berisiko sehingga mengganggu ketertiban. Oleh karena itu, pasangan Harda-Danang membatalkan kegiatan tersebut. “Sebagai warga Sleman, pihaknya juga turut bertanggung jawab untuk menjaga ketenteraman, keharmonisan dan kesejukan di masyarakat,” katanya.
Meski tidak jadi menggelar kampanye akbar, tetapi Koeswanto memastikan agenda kampanye pertemuan terbatas tetap digelar di hari terakhir kampanye. Hanya saja, konsep yang dibawa tidak semegah dengan rapat umum. “Kami sudah menyelenggarakan kegiatan di 17 kapanewon secara serentak. Misalnya dengan penanaman pohon durian Musangking di Minggir dan Moyudan. Selanjutnya ada pasar murah dan lainnya,” kata Koeswanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 91 calon mengikuti Pilur serentak Gunungkidul di 31 kalurahan. Sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.