Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Sejumlah anggota bank sampah Kelurahan Cokrodiningratan mengikuti pelatihan pemilahan sampah, di Umbul Panorama, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (24/11/2024)./ist Cokrodiningratan
Harianjogja.com, JOGJA—Bank sampah menjadi salah satu sarana penting dalam pengelolaan sampah di wilayah. Untuk itu Kelurahan Cokrodiningratan pun terus mendorong penguatan bank sampah agar semakin maksimal dalam mendukung pengelolaan sampah.
Upaya ini salah satunya dilakukand engan pelatihan Pemilahan Sampah bagi anggota Forum Bank Sampah (FBS) Cokrodiningratan 2024, di Umbul Panorama, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (24/11/2024) lalu.
BACA JUGA: Menteri Lingkungan Hidup Minta Semua Pemda Tuntaskan Roadmap Penanganan Sampah
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan sebelumnya yaitu Pelatihan Pengolahan Sampah dengan Maggot 2024, dimana untuk bisa mengolah sampah organik dengan Maggot, maka setiap anggota Forum Bank Sampah di Kelurahan Cokrodiningratan harus menguasai pemilahan sampah.
Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro, mengatakan latar belakang diadakannya Pelatihan Pemilahan Sampah adalah dikarenakan masalah sampah merupakan salah satu tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan hidup di berbagai wilayah.
“Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas kesehatan masyarakat, dan berkontribusi pada perubahan iklim. Salah satu solusi yang efektif adalah melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya,” ujarnya.
Untuk mewujudkan masyarakat yang peduli lingkungan, diperlukan peningkatan kapasitas dan pemahaman mengenai pemilahan sampah. “Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan,” kata dia.
Narasumber dari Forum Bank Sampah Kota Jogja, Koespilah, menyampaikan materi jenis -jenis sampah dan metode pemilahannya. Metode pemilahan ini yakni memisahkan sampah organik dan anorganik di tempat sampah terpisah.
“Labeli sampah berbahaya seperti B3 [Bahan Berbahaya Beracun] untuk penanganan khusus. Gunakan sistem warna, contohnya hijau untuk organik, kuning untuk daur ulang, merah untuk B3,” paparnya.
Dengan memahami teori ini, diharapkan 15 Bank Sampah yang merupakan agent of change dari Pengelolaan Sampah di Kelurahan Cokrodiningratan dapat membantu menerangkan kepada masyarakat manfaat dari Memilah Sampah dalam mengurangi volume sampah dan melindungi lingkungan untuk generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Agustus 2026 diramaikan peluncuran smartphone baru dari Google, Poco, Honor, Vivo, iQoo, dan Oppo dengan spesifikasi unggulan.
Jorge Lorenzo akui teknik menikung Marc Marquez di tikungan kiri mustahil ditiru. Gaya pengereman dan sliding jadi rahasia kehebatan The Baby Alien.
Malas bersih-bersih? Terapkan 7 trik rumah tetap rapi ini. Cukup 10 menit sehari, rumah bersih tanpa menguras tenaga. Cocok untuk Anda yang sibuk!
PSS Sleman menyiapkan kedalaman skuad dan rotasi pemain untuk menghadapi Super League dan League Cup musim 2026/2027.
KPK catat lonjakan OTT Semester I 2026 dengan 7 kepala daerah terjaring. Asset recovery capai Rp 59,99 miliar. Simak data lengkap penindakan korupsi terbaru.