Pakar: Ajaran Agama Diharapkan Jadi Solusi Persoalan Global

Sunartono
Sunartono Rabu, 27 November 2024 10:07 WIB
Pakar: Ajaran Agama Diharapkan Jadi Solusi Persoalan Global

Launching Said Nursi Spot kerja sama antara UII dengan Istanbul Foundation for Science and Culture. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Rektor Universitas Islam Indonesia Profesor Fathul Wahid menyatakan kontekstualisasi ajaran agama, seperti Islam diharapkan menjadi solusi dalam merespons persoalan global. Hal itu disampaikan dalam MoU dan seminar internasional bertajuk Post-Islamism: A New Islamic Political Civilization in Indonesia and Turkey, Selasa (26/11/2024).

"Kontekstualisasi ajaran Islam, pesan agama bisa dikontekstualisasi agar terlibat aktif dalam memecaahkan masalah. Sehingga agama tidak hanya sebatas doktrin personal tetapi juga jadi bagian solusi masalah riil di lapangan," kata Fathul.

BACA JUGA : Maucash Bantu Tingkatkan Kapasitas Rumah Ibadah di Kota Denpasar

Adapun sejumlah persoalan global itu di antaranya beragam konflik di berbagai negara, perubahan iklim, potensi kekurangan energi hingga kelaparan. "Pertanyaannya bagaiamana Islam bisa hadir menjadi bagian dari solusi, termasuk dunia politik," katanya.

Oleh karena itu UII berusaha memperluas jejaring internasional, salah satu dengan menjalin kemitraan bersama Istanbul Foundation for Science and Culture Turkey. Kemitraan ini melibatkan Fakultas Ilmu Agama Islam, Fakultas Hukum dan Fakultas Psikologi dan Ilmu Budaya UII.

Panitia Penyelenggara Mukhsin Ahmad sepakat bahwa agama harus hadir menjadi solusi berbagai persoalan. Tema seminar yang secara khusus membahas post islamisme merupakan bagian dari upaya tersebut. Di mana hakekatnya Indonesia dan Turki menemukan bentuk peradaban baru yang lebih cocok untuk mengemas dan mengakomodasi kekuatan agama dan negara.

"Agama butuh negara sebagai wadah mewujudkan ekspressi keberagamaan, sedangkan negara butuh agama tentu sebagai basis moral dalam penyelenggaraan berbagnsa dan bernegara," ujarnya.

Said Yuce selaku Presiden Eksekutif Istanbul Foundation for Science and Culture mengusulkan adanya kolaborasi ilmiah antara dosen dan mahasiswa di UII dengan Turki. Salah satunya melalui pertukaran dosen dan mahasiswa hingga penelitian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online