Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Ilustrasi uang rupiah - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman belum bisa memastikan kapan pembahasan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2025 akan dilakukan. Hal ini dikarenakan adanya surat dari Kementerian Tenaga Kerja No. 4/498/HI.00.00/XI/2024 tentnag Kebijakan Penetapan Upah Minimum Tahun 2025.
Kepala Disnaker Sleman, Sutiasih mengatakan hingga akhir November belum ada rencana pembahasan UMK 2025. Untuk itu dia pun memastikan bahwa pembahasan akan sedikit mundur dibandingkan dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya di tahun-tahun sebelumnya di akhir November sudah ada pembahasan dan pengusulan besaran UMK, tetapi sekarang masih harus menunggu kebijakan di tingkat Pusat maupun pembahasan upah di tingkat provinsi,” kata Sutiasih, Jumat (29/11/2024).
Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan pembahasan UMK 2024 molor dari biasanya. Salah satunya adanya surat yang dikeluarkan Kementerian tentang penetapan upah di 2025.
Di surat tersebut, kata dia, dijelaskan bahwa Pemerintah Pusat akan mematuhi dan melaksanakan putusan Mahkama Konstitusi yang salah satunya terkait dengan upah minimum. Tindak lanjut dari keputusan tersebut, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) juga sedang mengkaji kebijakan menyangkut dengan penetapan upah tersebut. “Jadi intinya kami disuruh menunggu hingga adanya kebijakan yang tepat untuk formulasi pengupahan,” kata Sutiasih.
Dengan terbitnya surat tersebut, maka pihaknya belum bisa melakukan pembahasan. Di sisi lain, juga ada ketentuan pembahasan di tingkat kabupaten harus menunggu penetapan upah di tingkat provinsi. “Mudah-mudahan segera ada aturan pastinya sehingga UMK 2025 bisa segera dibahas dan ditetapkan,” katanya.
BACA JUGA: UMP 2025 Belum Juga Ditetapkan, Ini Dia Besaran UMP 2024 di Setiap Provinsi
Sebelumnya, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sleman, Yuliadi mengatakan, pembahasan UMK 2025 akan berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tak lepas dikabulkannya gugatan tentang Undang-Undang Cipta Kerja yang salah satunya memuat berkaitan dengan penetapan upah buruh. “Tahun lalu yang mengacu pada Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan, penetapan mengacu pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Sekarang tidak bisa karena ada putusan MK sehingga akan ada pertemuan tripartit tingkat nasional untuk membahas upah,” kata Yuliadi.
Lantaran perubahan tersebut, sikap dari KSPSI Sleman pun masih menunggu arahan DPP menyangkut pertemuan tripartit tingkat nasional. “Yang jelas untuk pembahasan UMK 2025, keberadaan Dewan Pengupahan akan lebih berperan dan pertemuan tripartit bisa menjadi kunci dalam penetapan UMK,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Cas HP sampai 80 persen disebut bisa memperpanjang usia baterai. Namun, produsen HP punya penjelasan berbeda soal kesehatan baterai.
Dakota Johnson mengungkap pengalaman bekerja bersama Taylor Swift dalam video klip Patient Zero yang dirilis akhir September 2026.
Belanda menang 2-1 atas Serbia di UEFA Nations League 2026/2027. Mexx Meerdink mencetak dua gol dan membawa kemenangan pertama era Xavi Hernandez.
Jerman kalah 0-1 dari Yunani di UEFA Nations League. Gol Dimitrios Kourbelis membawa Yunani meraih kemenangan bersejarah.
Portugal menang 2-1 atas Norwegia di UEFA Nations League. João Félix dan Gonçalo Ramos mencetak gol, Cristiano Ronaldo dicadangkan.