Peredaran Rokok Ilegal di DIY Naik, 412.000 Batang Dimusnahkan
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bersama DPRD DIY menyepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2025. Rancangan anggaran ini selanjutnya akan diajukan ke Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi sebelum resmi disahkan.
Salah satu poin penting dalam RAPBD 2025 adalah target Pendapatan Daerah.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik menyampaikan bahwa target Pendapatan daerah tahun depan menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, Badan Anggaran mendorong Pemda DIY untuk lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan daerah lainnya.
"Target Pendapatan Daerah DIY pada 2025 disepakati sekitar Rp5,407 triliun. Meskipun ada penurunan, kami mendorong Pemda DIY untuk lebih inovatif. Misalnya, dengan memanfaatkan skema corporate social responsibility [CSR] dari perusahaan-perusahaan," ujar Imam dalam rapat paripurna yang digelar belum lama ini.
Dari total target Rp5,407 triliun itu, rinciannya adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejumlah Rp1,68 triliun; Pendapatan Transfer Rp 3,7 triliun; dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sejumlah Rp 7,6 miliar.
Sementara untuk pos Belanja dalam APBD 2022 dianggarkan sebesar Rp 5,619 triliun.
Adapun, pada 2024, target Pendapatan Daerah DIY pada ABPD Murni 2024 dipatok Rpr5,83 triliun, sedangkan pada APBD Perubahan 2024 dinaikkan menjadi Rp5,9 triliun.
Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa potensi peningkatan PAD dapat digali melalui berbagai cara, seperti peningkatan kerja sama dengan BUMD dan swasta, pemanfaatan aset daerah, dan insentif pajak.
BACA JUGA: Target PAD Kota Jogja 2025 Naik hingga Rp1 Triliun, DPRD Beri Sejumlah Catatan
Adapun, sebagai upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak, Badan Anggaran menyarankan adanya kebijakan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor untuk jangka waktu tertentu. "Aset-aset milik Pemda DIY yang belum termanfaatkan secara optimal perlu dikelola dengan lebih baik agar dapat menghasilkan pendapatan tambahan," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak dalam penyusunan RAPBD 2025. Dia menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di DIY.
"Dengan sinergi yang baik, kita berharap setiap pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat DIY," ujar Paku Alam X.
RAPBD 2025 diharapkan dapat mendukung berbagai program pembangunan di DIY, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa prioritas pembangunan yang akan difokuskan antara lain adalah penurunan angka kemiskinan, pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Inter Milan kalahkan Manchester City lewat adu penalti 3-1 di Hong Kong. Gol Divin Mubama dan Pavard, tiga penendang City gagal.
Jennie BLACKPINK tampil di konser Tame Impala Boston dengan busana gotik transparan. Dracula (Remix) dibawakan langsung pertama kali. Pro-kontra pun terjadi.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Christopher Nolan sebut AI seperti Kuda Troya kaca, semua bisa lihat bahayanya. Ia juga soroti skeptisisme generasi muda terhadap AI.