Ratusan Gurame Mati di Sleman, Kualitas Air Kolam Menurun
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
Ilustrasi Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul meminta pedagang di pasar-pasar yang ada di Gunungkidul untuk mengembalikan kios maupun los apabila tidak menggunakannya.
Kepala Disdag Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus memberi fasilitas kepada masyarakat, utamanya pedagang dalam upaya menarik konsumen.
Situasi pasar yang sepi seperti di Pasar Argosari juga terjadi di pasar-pasar lain. Kemampuan Disdag terbatas pada pengelolaan pasar dengan menjaga kebersihan dan penyediaan kios dan los.
“Kalau pasar sepi, karena tidak banyak pedagangnya, ya kami minta agar mereka berdagang. Kalau tidak ya mending dikembalikan ke Dinas,” kata Kelik ditemui di Pasar Argosari, Wonosari, Selasa (3/12/2024).
Kelik menambahkan pihaknya juga terus melakukan perbaikan di pasar-pasar tradisional. Dengan upaya yang telah Disdag lakukan, Kelik juga meminta agar masyarakat berbelanja di pasar-pasar tradisional.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disdag Gunungkidul, Wasana mengatakan pedagang sudah tidak dibebani biaya sewa kios dan/ atau los mulai 2024. Pedagang hanya perlu membayar retribusi pelayanan pasar kios dan los. Per meter kios Rp700 dan los Rp600.
Apabila pedagang menggunakan satu kios ukuran 3 X 4 meter, mereka harus membayar Rp8.400.
“Kalau memang tidak digunakan untuk jualan. Nanti kami selenggarakan kios dan los untuk dapat digunakan pedagang lain,” kata Wasana.
Menurut Wasana, Pasar Nglipar dan Gedangsari terjadi penurunan drastis aktivitas di pasar. Perlu ada regenerasi pedagang di pasar tradisional. Pasar online menjadi salah satu faktor penurunan aktivitas di pasar tradisional.
Salah satu pedagang di Pasar Argosari, Wonosari yang biasa dipanggil Bu Rus mengaku banyak kios tutup setelah Pandemi Covid-19 atau pada 2022. Konsumen lebih banyak memanfaatkan pasar/ toko online dalam memilih dan membeli kebutuhan sehari-hari.
Situasi ini sangat kontras dengan situasi pasar pada 1981. Kala itu, kata Rus pasar tradisional sangat aktif.
Dia hanya dapat berharap momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru dapat mendatangkan konsumen ke Pasar Argosari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
Regulator keselamatan AS menyelidiki sekitar 1,2 juta kendaraan Tesla Model 3 dan Model Y terkait dugaan kegagalan komponen suspensi yang berpotensi memengaruhi
Polresta Sleman meningkatkan penanganan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa UAD saat KKN ke tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi dijadwalkan berla
Uni Eropa menginvestasikan 10 miliar euro atau sekitar Rp207 triliun untuk membangun tujuh pabrik AI raksasa. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat posisi Eropa
Pemkot Jogja mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadi agregator produk UMKM dan kebutuhan pokok. Produk dari Bantul dan Sleman berpeluang dipasarka
Filipina bangkit dari tertinggal dan gulung Laos 4-1. Kartu merah di menit 12 ubah jalannya laga. Klasemen Grup A makin ketat.